ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia Ajak Para Motivator Berkontribusi Untuk Bangsa

ANTARANEWS.ID

Asosiasi Media Digital Indonesia, yang merupakan organisasi pemilik media digital di Indonesia, sepakat dengan para coach. Para motivator beken di tanah air, yang suka mengabarkan dan memberi motivasi dan pelatihan, mereka juga menulis beberapa buku di digital, menjadi bagian dari kolabrosasi untuk hadapi tantangan.

“Bahwa di tahun 2018 ini, kita tahu akan ada 171 pilkada di tanah air, kemudian pada 2019 kita akan melangsungkan pemilihan presiden,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Maka, bersama komunitas-komunitas di sejumlah kota, Asosiasi Media Digital Indonesia menyiapkan kerangka kolaborasi. Termasuk mengatasi “banjir”nya informasi di media sosial yang terkadang tidak difilter.

Dalam konteks menggaet pembaca pada era digital, para pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia dan Forum Pimpinan Media Digital sepakat di “tahun politik” komit mensukseskan sejumlah agenda penting. Menjadi pemain utama dalam sharing pengetahuan untuk diikuti viewer atau subcriber.

Kini bersama para coach (para motivator) giat memberikan edukasi kepada publik, mendidik dan memberdayakan masyarakat, serta menumbuhkan semangat dan hal-hal yang menginspirasi, sebagai generasi cinta damai. Mengangkat genre dan kisah yang menarik.

Niat baiknya adalah, turut menjaga iklim investasi dan ease of doing business untuk pertumbuhan ekonomi di bangsa ini.

Setelah mencanangkan “Gerakan Menulis Baik” sebagai bagian dan transformasi sebuah organisasi, bersama para coach (motivator) yang punya idealisme sama, menyiapkan materi unik dan asyik.

Konteksnya, kegiatan kreatif bersama para coach untuk melawan berita bohong “menjejal” di mana-mana.

Para anggota Asosiasi Media Digital, yang merupakan para pemilik media mainstream, CEO dan Pemimpin Redaksi Media Digital juga para coach penulis buku digital, sepakat menjaga informasi yang akurat dan jujur serta menjaga integritas komunikasi.

Bukannya apa-apa, perkembangan internet yang semakin canggih. Maka, kita perlu melahirkan pemikiran cerdas beberapa tokoh lewat berita hingga vlog (video blog) berkualitas.

“Konten negatif yang berkembang di internet, dihadang lewat sosok-sosok kami, orang-orang baik, dengan pemikiran dan niat baik kami,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Bersama para coach, orang-orang hebat yang hari-harinya memberi motivasi, untuk terus menciptakan hal-hal yang inspiratif dan bermanfaat bagi orang lain. Tentunya dengan kreatifitas.

Pria yang juga menjadi CEO Majalah Eksekutif dan Pemred Majalah MATRA ini mengatakan, programnya tak hanya off-air dengan swadaya.

Menjadi bagian dari program di 2018 ini, Asosiasi Media Digital juga berkomitmen menjadi garda terdepan untuk meliterasi dan mengedukasi start up (media kecil). Termasuk kiat mendapatkan”Angel investor.

“Termasuk berupaya agar para pemain media digital dalam bisnisnya bisa dibantu oleh private investor dan ke perbangkan, dengan tanpa terganggu indepedensinya,” ujar pria yang kerap dipanggil Jojo ini.

Intinya,  Asosiasi Media Digital melihat profesionalisme dan membantu para anggotanya untuk berkembang dan terus belajar di era digital.

“Sebaliknya, jika rekan-rekan media startup yang baru merintis atau media mainstream yang kemudian masuk ke digital, tapi tidak punya komitmen bekerja profesional sesuai kode etik jurnalistik, ya silahkan berjalan sendiri. Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) punya aturan yang harus dipatuhi,” ungkap Jojo menekankan.

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi
Translate »