Inspirasi

Ada Menyebut Penghianat, Banyak Pula Yang Mengacungi Jempol: Yudi Latief Trending Topic

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit – akun FB-nya.

ANTARANEWS.ID – Nama Yudi Latief menjadi viral. Diperbicangkan oleh kaum akademisi, baik yang mengenal Pancasila atau sekedar obrolan warung kopi.

Bagaimana tidak, setelah lembaga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila disetarakan setingkat menteri, kontroversi mengenai badan baru ini memang terus terjadi.

Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), menjadi trending topik setelah naik “tingkat”. Makin heboh, ketika diramaikan dengan gajinya yang fantastis.

Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP mendapatkan hak keuangan atau gaji Rp 112.548.000 per bulan.

Sementara itu, jajaran Anggota Dewan Pengarah masing-masing mendapatkan Rp 100.811.000 per bulan. Anggota Dewan Pengarah terdiri dari delapan orang, yakni Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

Adapun Kepala BPIP yang dijabat Yudi Latif mendapatkan Rp 76.500.000. Selanjutnya, Wakil Kepala Rp 63.750.000, Deputi Rp 51.000.000 dan Staf Khusus Rp 36.500.000. Selain gaji bulanan, Perpres 42/2018 juga mengatur para pimpinan, pejabat dan pegawai BPIP juga akan menerima fasilitas lainnya berupa biaya perjalanan dinas.

Di saat Masyarakat protes bahkan ada yang menggugat ke ranah hukum, ke Mahkamah Agung soal gaji fantastis itu.

Pria yang dikenal ber-“integritas”, yang bernama Yudi Latif ini, telah mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/6/2018). Yudi Latif mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sosok idealis Yudi Latif yang “memprotes” gajinya “kegedean”, dikemas dalam cara intelektual. Surat menyatakan tidak sanggup menjalankan tugasnya sebagai Kepala BPIP karena tingkat kesibukannya semakin banyak.

Yudi sendiri merupakan akademisi dan penulis buku ‘Negara Paripurna’.

UKP-PIP dibentuk berdasarkan Perpres No 54 Tahun 2017. Setelah dilantik, Yudi langsung mencari sosok yang tepat untuk menjadi deputi di lembaga tersebut. Padahal waktu itu UKP-PIP belum memiliki kantor tetap.

Yudi aktif melakukan diskusi dan pertemuan terkait dengan Pancasila selama menjabat. Dia dan beberapa anggota Dewan Pengarah UKP-PIP juga menghadiri peringatan Imlek di Vihara Dharma Bhakti. Dalam acara itu, UKP-PIP menekankan pentingnya makna keberagaman.

Pada akhir Februari 2018, Jokowi kemudian menaikkan posisi UKP-PIP jadi setingkat menteri lewat Perpres No 7 Tahun 2018.

UKP-PIP berubah nama menjadi BPIP per Maret 2018. Namun baru beberapa bulan Yudi menjabat Kepala BPIP, dia memilih mengundurkan diri.

“Menurut Pak Yudi Latif dalam suratnya, beliau merasa tidak sanggup karena masih ada urusan-urusan keluarga yang perlu diintensifkan,” kata Johan Budi saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Johan Budi mengungkapkan, Yudi Latif telah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Kepala BPIP kepada Presiden, tertanggal 7 Juni 2018. Namun, kata Johan Budi, surat tersebut baru diterima oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Jumat pagi ini, 8 Juni 2018.

Dalam surat pengunduran diri Yudi Latif, Johan Budi mengungkapkan bahwa adanya peningkatan kapasitas Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) menjadi Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang setara dengan menteri, membutuhkan tingkat kesibukan lebih tinggi.

Selain itu, Yudi Latif yang sudah menjabat selama satu tahun, kata Johan Budi, merasa bahwa tugasnya dalam proses transformasi yang sedang dikerjakan BPIP dianggap selesai karena ada urusan lain, termasuk urusan keluarga.

Yudi Latif mengumumkan pengunduran dirinya hari ini. Dia menilai pengunduran dirinya saat ini adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan di BPIP.

“Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan. Saya mohon pamit,” kata Yudi Latif dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Juni 2018.

Yudi merasa perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Menurut Yudi harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, kata Yudi, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang sebelumnya disebut Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latif disebut telah mengundurkan diri. Informasi tersebut beredar di jejaring sosial.

baca juga: Ini dia sumber medsosnya – klik

Sosok yang berintegritas

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »