ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

“Gerakan Menulis Baik Didukung Orang-Orang Baik.”

ANTARANEWS.ID

Tahun 2018 disebut tahun Olahraga dan tahun Politik.

Pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia dan Forum Pimpinan Media Digital sepakat  di “tahun politik” komit mensukseskan sejumlah agenda penting.

Dalam kaitan turut menjaga iklim investasi dan ease of doing business untuk  pertumbuhan ekonomi di bangsa ini.

Di 2018 ini, kita tahu akan ada 171 pilkada di tanah air, kemudian pada 2019 kita akan melangsungkan pemilihan presiden.

Maka, Asosiasi Media Digital (AMD) Indonesia mencanangkan “Gerakan Menulis Baik” sebagai bagian dan transformasi sebuah organisasi mensukseskan perhelatan.

Asosiasi Media Digital Indonesia menyadari, setiap kali ada kontestasi politik, hoax atau berita bohong “menjejal” di mana-mana.

Maka, di 2018 sejak Januari 2018, organisasi para pemilik media dan pimpinan media digital ini akan menjalankan beberapa program literasi dan publikasi serta edukasi.

Para anggota Asosiasi Media Digital, yang merupakan para pemilik media mainstream, CEO dan Pemimpin Redaksi Media Digital juga para coach penulis buku digital, sepakat menjaga informasi yang akurat dan jujur serta menjaga integritas komunikasi.

Dalam upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada media mainstream, serta meredam gelombang berita hoax.

“Kami berkumpul dan sepakat untuk membuat sebuah Gerakan Menulis Baik,” ujar Asri Hadi, Bendahara Asosiasi Media Digital Indonesia, yang juga pemred Indonews.

“Menyebarkan konten-konten positif, terutama melalui tulisan“Gerakan menulis baik juga melibatkan banyak organisasi dan media yang tergabung di organisasi itu,” ujar Budi Purnomo, CEO Hallo Grup yang sering diminta menjadi humas.

Dengan niat baik, berharap peristiwa pemilu berjalan baik pula.

Aktivitas politik jangan sampai menghela aktivitas ekonomi. “Kami sepakat untuk membuat konten yang positif lalu menyebarkannya seluas mungkin,” ujar mas Bepe yang juga  memiliki puluhan website ini.

Para pengurus Asosiasi Media Digital meliterasi para anggotanya dan menyebarkan informasi dengan integritas.

Lewat “Gerakan Menulis Baik”, anggota yang tergabung di Asosiasi Media Digital “sepakat” untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau yang menyesatkan melalui media.

Asosiasi Media Digital menjadi organisasi pertama serta mengajak organisasi lain untuk ikut dalam “Gerakan Menulis Baik” di tahun politik, mengatasi berita hoax dengan  aktif menyebarkan konten positif di dunia maya dan media cetak, yang masuk dalam jajaran keanggotaannya.

“Konten negatif yang berkembang di internet, lewat Gerakan Menulis Baik ini dihadang dengan sosok-sosok kami, orang-orang baik,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Pria yang juga menjadi CEO Majalah Eksekutif dan Pemred Majalah MATRA ini menyebut, para anggota Asosiasi Media Digital adalah terdiri dari sosok-sosok yang kredibel dan berintergritas.

Asosiasi Media Digital Indonesia merupakan kumpulan para pemilik media digital, CEO dan Pemred serta coach atau motivator serta orang-orang yang ingin bangsa ini menjadi lebih baik lagi. 

“Gerakan Menulis Baik” mendukung startup atau pemilik media online untuk patuh pada kode etik jurnalistik dan tidak menyebar hoax.

“Melalui pendekatan personal dan komitmen di organisasi Asosiasi Media Digital,” ujar pemilik Jojo Media Corporation ini.

Masih menurut Jojo, Asosiasi Media Digital Indonesia mengajak semua pihak untuk bergabung dalam “Gerakan Menulis Baik”.

Di tahun 2018 dan 2019, pesta demokrasi berjalan dan Asosiasi Media Digital sudah membuat program sinergi dengan pelbagai pihak.

Konten literasi digital dan didukung para motivator-motivator secara off air, kemudian disosialisasikan lewat media berita dari setiap anggota Asosiasi Media Digital yang tersebar di seluruh Indonesia.

baca juga: Hoax Dimana-mana

 

 

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Translate »