Rilis

Bank Indonesia Larang Gesek Kartu Kredit di Kasir

Views

Bank Indonesia mengeluarkan larangan menggesek kartu debit dan kredit sebanyak dua kali saat transaksi di kasir.
Hal ini untuk menghindari pencurian data dan informasi nasabah.

Selain data nasabah di kartu rentan dicuri, menggesek kartu di komputer kasir juga berpotensi menularkan malware di data perbankan nasabah.

Bank Indonesia (BI) menegaskan, melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi dan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir.

Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. Bank Indonesia juga meminta warga melapor jika masih menemukan kasir yang menggesek kartu dua kali.
BI juga meminta setiap bank dan toko yang bekerja sama dengan bank untuk mematuhi aturan ini.

Asosiasi Kartu Kredit Indonesia atau AKKI menyebutkan perlu langkah tegas untuk memberantas merchant yang masih melakukan double swipe pada transaksi nontunai dari kartu debit dan kredit di mesin kasir.
Versi kasir, untuk memudahkan laporan keuangan. Saat transaksi terjadi, lanjutnya, kasir yang melayani pembeli dengan pembayaran non tunai tentu membutuhkan bukti pembayaran tersebut. Salah satunya dengan cara tenpel (tapping) atau gesek (swipe) kartu yang digunakan pembeli supaya datanya terbaca dan terdata.

Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. “Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran,” tulis BI dalam keterangan tertulisnya diJakarta.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »