Wawancara Ekslusif

Buwas Ancam Mafia Beras Tak Mainkan Harga Beras

“Yang penting ketersediaan stok dan stabil harga. Kita kalau impor juga kan bikin petani resah.”


#Buwastetapbuwas

“Saya tidak sendiri, Kepolisian sudah lebih dulu membentuk satgas pangan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar Budi Waseso, yang kini dikenal dengan Buwas tetap Buwas dimanapun tempatnya.

Budi Waseso, mengatakan gudang Bulog di seluruh Indonesia telah penuh oleh serapan dalam negeri sehingga tidak ada alasan untuk melakukan impor hingga batas waktu Surat Persetujuan Impor (SPI) pada Juli 2018.

“Penyerapan kita tiap hari banyak, itu kita utamakan. Kita tambah terus, setiap hari rata-rata 11.000-15.000 ton. SPI terbit bukan berarti harus dilaksanakan dong,” ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyebut posisi stok Bulog terus meningkat dari bulan ke bulan.

Pada pekan ini, posisi stok beras Bulog mencapai 1,48 juta ton, naik dari pekan lalu yang tercatat di kisaran 1,2 juta ton. Dia mengemukakan Bulog tidak mengutamakan impor ketika serapan dari petani masih berjalan dengan lancar.

Buwas kembali menekankan wewenang impor ada pada Bulog yang sehari-hari bersentuhan dengan data riil ketersediaan beras di masyarakat.

“Wewenang Bulog, kan kita yang baca. Yang penting ketersediaan stok dan stabil harga. Kita kalau impor juga kan bikin petani resah,” papar penghobi motor vespa dan mobil hardtop ini.

Terkait dengan situasi di pasar, Buwas mengatakan pihaknya tidak lagi menggunakan instrumen operasi pasar utuk menstabilisasi harga. Bulog, lanjutnya, kini menerapkan penyaluran secara selektif hanya pada di daerah yang dinilai berpotensi bergejolak.

“Hampir seluruh wilayah itu rentan. Ada beberapa yang ditahan, bukan tidak ada barang. Ada barang tapi bukan di Bulog, ada di pedagang. Tergantung pedagang mau turun apa tidak. Mereka biasa ambil keuntungan lebih, maka dia tahan. Harga naik baru lepas. Kalau sekarang ada yang tahan kita sudah di lapangan.”

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution kembali meminta Perum Bulog untuk segera mematuhi instruksi untuk mengimpor beras dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Karena kalau tidak dilakukan, maka harga bisa bergerak menjadi merugikan sebagian besar masyarakat,” kata Darmin, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Pada awal tahun, pemerintah sejatinya telah mengimpor sekitar 500.000 ton beras untuk menjaga stok selama periode Lebaran, serta melakukan stabilisasi harga beras di tingkat pedagang.

Jenderal polisi bintang tiga yang kini purnawirawan ini disebut tetap Buwas karena menyelesaikan segala persoalan pangan pasokan dan kestabilan harga bahan pangan dengan mengajak TNI dan Polri. “Momentum dalam rangka mendukung kestabilan pangan dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Ia pun mengancam “mafia beras” untuk jangan coba-coba mempermainkan harga.

“Sudah ada yang ditindak dan kini ada juga yang sedang dipantau,” ujarnya tentang berantas mafia beras.

“Beras itu, masalah perut masyarakat. Harapan saya, tidak ada yang mempermainkan dan main-main dengan masalah itu. Itu dosa besar dalam agama,” ucap Buwas kepada ANTARANEWS.id.

Foto bersama keluarga usai pengajian bersama anak yatim, di kediaman.

baca juga: Buwas Libatkan Polri & TNI

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »