ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Buwas: “Tembak Di Tempat Bandar Narkoba.”

ANTARANEWS.ID

ANTARANEWS. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Indonesia yang masih darurat narkoba.

Menurut  Buwas, Indonesia dinyatakan darurat narkoba sejak tahun 1971. Ketika itu, Presiden RI ke-2 Soeharto menyatakan, Indonesia sedang dalam kondisi darurat narkoba.

Sejak tahun 71 Pak Harto (Presiden Soeharto) sudah mengatakan darurat narkoba.

“Pengaruh narkoba sudah menyentuh setiap lini di setiap daerah di Indonesia. Tidak ada satu daerah pun di Indonesia yang terbebas dari pengaruh narkoba,” ujar Budi Waseso, pria yang menggelorakan “tembak mati” untuk Bandar narkoba.

“Sekarang kita lihat provinsi mana yang bebas dari narkoba, tidak ada. Kita turun ke kota-kabupaten. Kota-kabupaten mana yang bebas dari narkoba? tidak ada. Kecamatan, tidak ada yang menjamin ada kecamatan yang bebas dari narkoba. Bahkan sampai RT-RW,” tegasnya.

Begitu juga dengan lembaga-lembaga dan kementerian. Tidak ada yang menjamin lembaga dan kementerian bebas dari narkoba. Begitu juga dengan lembaga kepolisian dan TNI.

“Bebaskah TNI-Polri dari narkoba? Tidak,” papar Buwas dengan terus terang.

Mantan Kabareskrim Polri yang akrab disapa Buwas itu menuturkan, idenya membuat buku cegah narkoba untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia. Tapi, malah didengar oleh negara luar. Bahkan, ada sejumlah negara yang mengadopsi upaya Buwas itu, antara lain Myanmar dan Thailand.

“Dia (negara luar) melihat, dia membaca, diadopsi karena dia butuh. Tapi kita tidak,” kata Komjen Pol Budi Waseso alias Buwas membeber fakta mencengangkan.

Ia pun menguraikan data yang dikantongi BNN, total ada 72 jaringan narkoba internasional di Indonesia. Jaringan internasional itu disuplai 11 negara. Tentu juga dengan berbagai jenis narkoba. Tercatat negara yang dimaksud diantaranya Malaysia, Filipina, Tiongkok, negara di Afrika, Timur Tengah, Australia dan Amerika.

Ketika usai paparan, Buwas ditanya soal banyak masyarakat dan survei menyebut dirinya untuk “nyallon” Gubernur di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, kemudian di Medan dan Kalimantan Timur.

“Kita lihat saja nanti,” ujarnya singkat. “Saya tegaskan lagi, kalau ada bandar narkoba yang melawan, ketika mau ditangkap, dan melawan tembak di tempat saja,” tegasnya.

baca juga: Buwas Ingin Jadi Presiden

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »