ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Masyarakat Berharap Buwas Diperpanjang

ANTARANEWS.ID

Headline sebuah surat kabar merefleleksikan suara hati masyarakat. “Kalau Buwas  bisa diperpanjang, buat apa cari jenderal lain, ya.”

Komjen Budi Waseso berbincang banyak dengan S.S Budi Rahardjo, Ketua LSM RIDMA Foundation yang juga Pimpinan Media Digital Indonesia, mengenai situasi dan bahaya narkoba yang sudah merasuk hingga desa.

 

Tim Presiden Repubik Indonesia belum mau memberi “bocoran” nama pengganti Komjen Budi Waseso alias Buwas.

Sementara di lingkungan Kepolisian dan BNN termasuk masyarakat dan netizen berharap Presiden Jokowi, jangan salah pilih untuk pengganti Buwas.

Buwas, oleh masyarakat dinilai berani dan tegas dalam pemberantasan narkoba. Bahkan, selain mencanangkan, ia melakukan aksi “tembak mati bagi bandar yang melawan”.

Sayangnya, pria tegas ini memasuki masa pensiun di bulan Maret 2018. Walau, sosok Buwas sebenarnya, sesuai misi dan visi Presiden Jokowi.

Andaikan, perundangan mendukung, nama Buwas akan dipertimbangkan untuk diperpanjang masa tugasnya.

Waktu terus bergulir, masyarakat berharap banyak, termasuk jika undang-undang memungkinkan diperpanjang.

“Bisa bintang dua, bisa juga bintang tiga, yang pasti Presiden pernah menyatakan, Kepala BNN harus sosok yang tegas dan berintegritas,” ujar “orang dalam istana” yang enggan disebut namanya.

Mengaku, sedang menghimpun masukan dari masyarakat, siapa kiranya sosok yang pas untuk Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Ring satu” istana mengaku, presiden Jokowi penuh pertimbangan dan ingin BNN ditempati  sosok yang berintegritas dan kompeten.

Pastinya, tidak akan ada KKN atau pilihan jatuh karena hanya dekat Presiden. Yang terutama, adalah komitmennya untuk bangsa ini.  Tidak terindikasi dekat atau punya hubungan dengan mafia narkoba.

Kepala BNN yang baru, jika dipilih sudah pasti akan tegas terhadap bandar dan pengedar narkoba. Sikap tegas itu diambil karena  kondisi peredaran narkoba yang terjadi saat ini betul-betul mengkhawatirkan.

“Sudah lah tegasin saja, terutama pengedar narkoba asing yang masuk kemudian sedikit melawan sudah langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun,” kata Jokowi menekankan. “Karena kita, betul-betul berada di posisi darurat narkoba ini,” katanya kepada ANTARANEWS.ID

Komjen Budi Waseso juga berharap penggantinya memiliki kemampuan yang lebih baik. “Mudah-mudah pengganti saya punya kehebatan yang lebih dari saya dan bekerja lebih baik lagi,” ujar pria lulusan Akpol angkatan 1984, ketika dimintai tanggapan sosok seperti apa Kepala BNN.

“Ia harus memiliki integritas, serta komitmen terhadap pemberantasan narkotika dan obat-obatan,” ujar Buwas.

“Yang paling utama, memang harus punya integritas dan komitmen terhadap pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujar pria yang sempat mengusulkan nama Kepala BNN ditempati dari TNI alias tentara.

Buwas tak menyebut, penggantinya dari TNI atau Kepolisian.

Sebagai Kepala BNN, ia juga tak mau menyebut, siapa calon kuat atau kandidat nama yang diusulkan dirinya.

Demikian juga Kapolri, Jenderal Tito Karnavian tak menyebut detil nama.

Hanya saja, masuk dan beredar nama-nama yang memang punya kredibilitas untuk pengganti Buwas.

Untuk lingkungan perwira tinggi (pati) bintang tiga disebut  Kabareskrim Komjen Ari Dono, Kabarhakam Komjen Moechgiyarto, Kalemdikpol Komjen Unggung Cahyono, Irwasum Komjen Putut Eko Bayu Seno, dan Kabaintelkam Komjen Lufthi Lubiyanto.

Sementara itu, jenderal bintang 3 yang berdinas di luar lingkungan Polri adalah Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius.

Dari pihak tentara juga belum disebut, siapa nama yang masuk ke Presiden Jokowi.

Yang menjadi “kuda hitam” adalah jenderal bintang dua, Irjen Ali Johardi, Deputi cegah BNN yang disebut berhasil ketika menjadi Kepala BNN DKI.

Nama  deputi  Komisi Pemberantasan Korupsi yakni Deputi Bidang Penindakan yang dijabat oleh Irjen Pol. Drs. Heru Winarko, nama “kuda hitam” lain.

Kemudian Arman Depari Deputi Pemberantasan BNN serta Irjenpol M. Iriawan mantan Kapolda Metro Jaya yang dikenal dengan panggilan Iwan Bule. Info terakhir, Kapolda Bali Irjen Petro Golose alias Pego juga masuk kandidat.

 

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »