Nasional

Catatan Primus: “Jokowi, Pemimpin Gaul & Figur Tanpa Beban.”

View

ANTARANEWS.id —  Kekuatan Jokowi terletak pada kondisinya yang tanpa beban. Itu bukan hanya soal badannya yang tipis, sehingga bisa enteng bergerak.

Sebagai petahana yang kini bertarung untuk memimpin lagi negeri ini lima tahun ke depan, 2019-2024, Jokowi tak punya beban moral untuk bisa membela kepentingan rakyat.

Jokowi, antara lain, tak punya kekayaan yang terlalu mencolok, yang kontras dengan kehidupan rakyat. Itu tak punya konsesi HGU mencapai ratusan ribu hektare.

Dengan kondisi itu, ia tak punya beban moral yang menbawanya pada benturan kepentingan, sehingga tidak berani bertindak tegas demi kepentingan rakyat.

Kondisi tanpa beban pula yang membuat Jokowi menjadi manusia lintas batas. Ia tak punya kendala bergaul dengan siapa pun, termasuk dengan lawan politiknya.

Ia bergaul dengan semua kalangan dan lapisan. Ia bisa blusukan ke seluruh negeri dan juga bergaul dengan kalangan atas. Ia masuk ke semua kalangan dan mengajak selfie. Tanpa beban.

Sebagai manusia lintas batas, ia cepat menangkap perkembangan muthakir, antara lain era digital dan internet of things (IOT) atau serba intenet.

Dunia sudah memasuki era industri keempat dan di Indonesia, ia sudah mencanangkan Indonesia Industri 4.0. Ia tahu berapa besarnya bahaya disrupsi dari teknologi IOT. Tapi, tren dunia tak bisa dibendung. Setiap ancaman selalu ada peluang.

Dengan jumlah penduduk 265 juta dan usia produktif sekitar 170 juta, Indonesia bakal mengalami ledakan pengangguran jika semua kegiatan yang ditangani manusia digantikan oleh mesin yang terkoneksi internet atau IOT. Tapi, di lain pihak, era digital sudah melahirkan jutaan usaha e-commerce dan market place.

Mereka bergerak dari nol sebagai start up, membesar dan sukses seperti Bukalapak, Tokopedia, Gojek, dan Traveloka, empat unicorn Indonesia.

Meski sebagai dampak dari suntikan modal asing, mayoritas kepemilikan unicorn itu adalah asing, usaha mereka ada di Indonesia. Mereka menjual produk Indonesia di samping produk impor, menyerap tenaga kerja lokal, membayar pajak, dan menularkan keahlian teknologi digital kepada anak Indonesia.

Unicorn adalah start up dengan valuasi US$ 1 miliar ke atas. Sukses mereka akan menginspirasi pengusaha dan anak muda Indonesia.

Jadilah manusia tanpa beban agar lebih memiliki kekuatan moral untuk membela rakyat dan menjadi manusia gaul agar tidak ketinggalan isu yang menjadi masalah keseharian masyarakat.

Selamat mengamati dan memilih.

Primus Dorimulu Dalam Catatan Pinggir FB (Pemimpin Redaksi di beritasatu.com)

redaksi antara
the authorredaksi antara

Tinggalkan Balasan

Translate »