Rilis

Chaerul Tanjung Dukung Jokowi atau Prabowo?

View
CT bersama CEO majalah eksekutif dan Pemred Matra di acara gala dinner Java Jazz 2019. Tampak juga istri Peter F Gontha. Foto koleksi Iwan Suryana.

ANTARANEWS.id — Komentar Chaerul Tanjung yang menyebutkan, “Ibarat Naik Pesawat, Negara Kita Perlu Pilot Yang Jago.”

Tulisan yang dimuat oleh matranews.id, kemudian disebar oleh banyak komunitas 01 dan 02. Banyak yang penasaran, mengenai siapa sebenarnya yang dimaksud pilot versi CT.  Apakah presiden Jokowi atau Prabowo. 

Yang jelas, acara Gala Dinner Java Jazz 2019 ke 15 tahun, berlangsung meriah di Hotel Borobudur Hotel, Jakarta.

Untuk pesta musik Java Jazz-nya sendiri, dengan tema Broadway dan Motown, telah berlangsung pada 1 hingga 3 Maret 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam acara Java Jazz 2019, sejumlah musisi nasional sudah pentas. Kandidat pilpres 2019-2024 juga sudah pentas dan keliling promo program kerjanya.

Chaerul Tanjung sendiri, justru disebut menjauh dari hingar bingar politik.

Pengusaha ritel, media dan perbankan datang justru memilih santai, bersama istri datang ke acara gala diner Java Jazz 2019 . Malam itu bertabur bintang digelar oleh Java Festival Production di Hotel Borobudur, Jakarta.

Pemilik Trans TV, Trans Mart dan Bank Mega ini memilih kongkow di angkringan, jajan pasar. Pria yang dikenal dengan panggilan CT ini think Big, think ahead of time.

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian di akhir periode Susilo Bambang Yudhoyono itu bicara Indonesia ibarat kapal terbang.

Bahwa sebagai ‘kapal kecil’, Indonesia harus menjalin hubungan baik dengan semua negara di dunia serta tidak condong mendekat ke ‘kapal besar’ tertentu yang berpotensi menghempas perekonomian nasional.

“Kita sedang mengalami turbulence atau guncangan,” ujar Chaerul Tanjung.

Turbulensi kerap dipahami sebagai “momen menakutkan” yang terjadi mendadak dan tak siap dihadapi. Saat penumpang pesawat tidak memasang sabuk pengaman, maka ia dapat ikut terempas atau “loncat” dan mengantarkan kepalanya pada dasar bagasi kabin atau keluar kursi.

Turbulensi, menurut Chaerul Tanjung, sebenarnya merupakan hal yang normal dan biasa terjadi saat pesawat sedang terbang.

Meskipun demikian, turbulensi dapat pula dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan dan bisa menimbulkan cedera penumpang, terutama turbulensi dengan intensitas goncangan yang cukup besar.

“Ketika pemerintahan SBY, pesawat terbang itu melaju mulus dan cepat,” kata Chaerul Tanjung. Pasalnya, pesawat terbang itu, mendapat dorongan angin dari belakang. Selama 10 tahun masa kepemimpinan suami dari Ani Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi melaju di kisaran lima hingga enam persen.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), cukup baik dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Terendah terjadi pada 2009 dengan pertumbuhan ekonomi 4,63 persen.

“Masyarakat Indonesia beruntung, naik pesawat dengan cepat dan aman di era SBY,” jelas CT membanding era Jokowi sekarang yang dalam kondisi tekanan ekonomi global yang berdampak pada pelemahan rupiah. Stabilitas moneter dan sistem keuangan mengalami tekanan berat.

Ketika bicara stabilisasi makroekonomi dan politik, Chaerul Tanjung hanya mau bicara antar kawan saja, dalam konteks pembicaraan angkringan, obrolan warung kopi saja.

“Pesawat terbang itu, jika negara ibarat pesawat terbang. Kita perlu pilot yang jago dalam menerbangkan pesawat,” jelas Chaerul Tanjung memaparkan.

Namun, ketika ditanya, siapa nama siapa pilot jago yang dimaksud, Jokowi atau Prabowo Subianto ia malah berahasia.

“Obrolan ini antar kita saja ya,” ujar Chaerul Tanjung menyebut presiden yang harusnya perlu dipilih di 17 April 2019 mendatang. Dan, sayangnya, bisikan Chaerul Tanjung off the record.

 Dibalik Kebijakan Presiden

Dirinya sendiri sudah menjadi “sesuatu” saat ini. Konon, kerap disebut dibalik sang penentu kebijakan Presiden Jokowi dan SBY.

Pria bertubuh tinggi besar ini terkaya urutan 375 dunia versi majalah Forbes. Tapi, ketika masuk ke pemerintahan kabarnya bisnisnya sempat merugi. Ketika konsen ke bisnis secara full, maka usahanya kembali moncer.

Chairul Tanjung merasa senang sekali bisa memperkokoh perekonomian nasional dalam mewujudkan Indonesia berdaya saing.

Artinya yang berdaya saing adalah pengusaha Indonesia. Di tengah situasi ekonomi, di tingkat global mau pun domestik banyak tantangan yang berat.  “Kalau bisa, kita lebih banyak perkuat diri kita sendiri,” ujarnya panjang lebar.

baca juga: majalah MATRA — klik ini —

“Pesawat terbang itu, jika negara ibarat pesawat terbang. Kita perlu pilot yang jago dalam menerbangkan pesawat,” jelas Chaerul Tanjung.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »