ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Chic & Darling: Lima Tahun Berkreasi dan Peduli Anak Penderita Kanker

ANTARANEWS.ID

Tampak hadir di acara berbagi kebahagiaan, kegembiraan dan kepedulian – S.S Budi Rahardjo (CEO Majalah Eksekutif & Pemred Majalah MATRA yang Ketua Asosiasi Media Digital), Public Relation Manager PayPro, Andy M. Saladin dan Piar Senior Ida Sudoyo serta Ira Soelistyo, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. 

 

 

Ruci’s Joint, Jakarta – “Hari ini kami meluncurkan produk khusus berupa syal dengan disain khusus,” ujar Kania Anisa Anggraini, pemilik Chic & Darling dalam media gathering (15/3) di Jakarta.

“Yang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker,” demikian penjelasan dari lulusan Arts Media Culture & Photomeda dari Edith Cowan University Australia.

Serangkaian kegiatan dilakukan dalam media gathering kali ini, mulai dari peluncuran website terbaru Chic & Darling, kehadiran Pop Up Shop, serta kolaborasi Chic & Darling dengan seniman Abenk Alter, untuk desain-desain terbaru yang segera dipasarkan tahun ini.

Chic & Darling sebuah usaha mikro disain interior dan produk-produk dekorasi, yang eksis berkat bisnis digital.

Berbagai produk dikembangkannya mulai bantal, cangkir keramik, tas, hingga kursi. Produk Chic & Darling menjelma dari industry rumahan menjadi karya berkelas yang dihiasi cita rasa seni.

“Rasa seni ini, bagi saya sangat penting,” kata Kania, pengusaha perempuan yang bisnisnya bermula dari rumah dan kini menjadi besar dan sukses.

Awalnya, pencetus ide tagline ‘I Believe In Magic’ pada produk yang didedikasikan untuk anak-anak penderita  kanker itu, tidak terpikir untuk jadi bisnis atau jadi wirausaha.

Niatnya, berawal karena melihat ada banyak profil orang bikin usaha dari dalam rumah, kehidupannya balance, they doing well untuk kehidupan mereka hanya dari dalam rumah.

“Saya selalu percaya selalu ada keajaiban. Meskipun dalam hal yang sangat kecil dan sederhana,” papar perempuan yang memulai bisnis dari nol, dari rumah, sambil ngurusin anak, suami dan rumah.

Dan tujuan mereka bukan sekadar uang, tapi kebahagiaan. Sebagai sosok yang memang dari kecil suka arting craft, jadi membuat segala kerajinan, ia memulai bisnisnya lima tahun yang lalu.

Menjual hasil kerajinannya dan diberi brand Chic&Darling. “Saya dan tim terus melakukan berbagai cara untuk merawat loyalitas customer agar tetap engaged dengan kami.

Kemasan untuk produk yang dikirim ke customer kami bikin yangunik, lucu, bahkan kami kasih ucapan terima kasih yang bisa membuat mereka merasa sangat diapresiasi,” tutur perempuan kelahiran Jakarta, 13 November 1982 itu.

Dari kecil menyiapkan perlengkapan rumah seperti bantal, pecah belah, karpet, sampai tas dan scarf. Sekarang  sudah bermitra dengan sebuah konveksi untuk produksi. Jadi barang seperti bantal, apron, taplak meja, itu produksinya di konveksi, tetapi QC-nya tetap dikantor pusat Chic & Darling, bahkan finishing-nya juga sebagian dilakukan di kantor.

lihat juga: Majalah Eksekutif (print)

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »