ANTARANEWS.ID
Inspirasi

Eksekutif Berduit, Seakan Genit. Benarkah?

ANTARANEWS.ID

Oleh: S.S Budi Raharjo (Pemred majalah MATRA & CEO Majalah Eksekutif)

***

Sosok ini memang anonim. Bisa jadi, Anda sendiri, teman kerabat, tetangga atau yang tak Anda kenal sama sekali.

Gaya hidupnya masuk dalam, kehidupan para la creme de la creme di Indonesia.

Yang kalau boleh disebut, bagaikan bumi dengan langit, dibanding kebanyakan rakyat jelata (the grass root level).

Gaya hidupnya tak terpengaruh dengan fluktuatif dollar atas rupiah.

Dengan dompet yang selalu tebal — selalu juga dijejali berbagai kartu kredit, kartu debit dan kartu klub eksekutif. Tempat-tempat elite masih jadi simbol statusnya dan citra diri.

Gaya belanja eksekutif ini, juga sangat “wah” dan sangat berselera. Perilakunya selalu modis.

Tinggalnya di Jakarta, yang menjadi sentral gaya hidup kota besar.

Sebab, ibukota bisa mendapatkan apa saja.

Seluruh produk paling wah seluruh penjuru dunia, dengan mudah diperoleh di sini. Puluhan, bahkan ratusan supermall, butik produk bermerek, salon kecantikan, kafe dan restoran hingga tempat rekreasi.

Sang empunya duit ini, sesekali ke Singapura, New York, Paris, Milan atau kosmopolitan lainya.

Perilakunya seakan pesohor atau selebriti, yang tergila-gila pada barang bermerek. Bisa disebut sebagai pasien barang bermerek.

Memilih sekedar kongko atau belanja kelas atas, santap siangnya pun, selalu di hotel-hotel mewah.

Belanja baju, di butik perancang ternama. Walau ada juga yang ketimbang membeli busana siap pakai (pret a porte), lebih pas menjahitkan ke tailor. Tak jarang, untuk membeli baju langsung terbang ke Milan, Italia.

Baju, parfum hingga arloji merek luar negeri berlabel, seakan “demi gengsi” supaya diakui lingkungan.

Dengan busana dan aksesoris bermerek, rumahnya pun bak istana dengan material dan furnitur impor.

Rutin berlibur, sambil berbelanja ke luar negeri. Tentunya, dalam kaitan tampil selaras dengan merek branded. Rambut pun mendapat perhatian khusus di salon-salon langganan.

Belanja buku lewat akses internet.

Kemudian ke kafe, klub atau karaoke biasanya dilakukan tiap ada waktu luang.

Selain rileks, acara itu juga digunakan sebagai ajang menjalin hubungan antar pribadi, ketemu klien atau rekan-rekan bisnis. Meski dia sendiri adalah orang rumahan.

Golf atau fitnes juga menjadi bagian mereka. Termasuk menyelam, jetski hingga alat pancing.

Di tengah jaman yang bergerak karena transisi, pembicaran politik juga memasuki ranah para pebisnis.

Tokoh ini, “berada” di tengah bertebarannya pencakar langit dan pusat-pusat kemewahan, belanja dan kerja keras dilakukan.

Semuanya serba ekslusif dan kalis resesi.

Ia menikmati spa ekslusif, dari sauna dan mandi lumpur hingga pedikur dan manikur, kaum berduit yang makin genit ini berseliweran di jalan raya. Mercedez, BMW, Volvo dan Audi seakan menjadi lambang status.

Menjadi lebih bergengsi dengan memiliki Jaguar, Ferrari, Porsche atau Lamborghini.

Ciyus!, orang ini ada loh. Apakah Anda percaya?

baca juga: majalah eksekutif (print) cetak terbaru – klik ini saja

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Translate »