InspirasiRilis

Go Digital UKM Lewat Pelatihan Internal

Views

ANTARANEWS. Dalam rangka mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia menembus pasar global di era digital, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menjalankan ragam pelatihan.

Kali ini, Content Management PT Telkom Indonesia menyelenggarakan pelatihan “Menulis Itu Gampang” selama sehari. 

“Pelatihan internal untuk mendukung penuh digitalisasi UMKM di Indonesia dengan mengasah diri dengan mengundang pakar,” ujar Dominggus Adi Prasetia, Manager Micro Channel Operation PT Telkom.

Seperti diketahui, PT Telkom Indonesia memiliki website untuk memajukan para UKM, yakni smartbisnis.co.id. Banyak  layanan dari Telkom yang berkaitan dengan digital dan informasi. 

Tingkatkan awareness dengan mengajak awak yang berhubungan dengan digital activation seperti website dan media sosial, hanyalah bagian dari memahami dan terus menjadi bagian dari UKM Indonesia.

Adi Prasetia mengatakan, dalam konteks mengarahkan para Usaha Kecil dan Menengah untuk “Go Digital” dimulai dari  literasi digital dalam hal mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi dunia digital di internal.

 Acara diikuti personil Divisi Business Service (DBS) dan Divisi Consumer Service (DCS) berlangsung di PT Infomedia Nusantara Gedung Citywalk lantai 5 ruang Jalak.

Program ini dirancang berkesinambungan untuk keliling Indonesia, di tiap-tiap sector yang berkaitan pemberian informasi, yang benar dan bertanggung jawab di ekosistem sosial.

Sebagai pembicara S.S Budi Rahardjo yang juga Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia dan Ketua Forum Pimpinan Media Digital.  

Pada pelatihan itu, dibahas juga marketing digital, selain pelatihan mengenai kode etik jurnalistik.

Go Digital hari itu, mengasah intuisi bagaimana strategi cerdas memberi informasi yang mumpuni, serta kompetensi untuk memahami perilaku konsumen di era digital. Cara berkomunikasi disesuaikan dengan platform yang digunakan.

Pelatihan membahas pula jurnalis pendiri domain yang saat ini harus terlibat pula dalam mencari dana baik melalui donatur maupun pemasang iklan.

Situasi unik, termasuk banyak jurnalis menjadi media entrepreneur. Juga soal etika media digital dalam konteks berkembangnya beragam produksi konten berita yang menggunakan medium internet.

Di era media sosial yang berkembang Instagram, Twitter, Facebook dan lainnya tidak lagi hanya tempat saling terhubung. Ini juga tempat bermain bagi produk, merek, dan berita.

Dimana kian banyak orang mengkonsumsi berita dan informasi dari telpon seluler pintar ketimbang membaca koran dan majalah. Bahkan, orang menonton berita televisi bahkan film terbaru melalui tablet.

Jurnalisme kini bersifat interaktif dan segera. “Kita memasuki Revolusi Etika Media,” ujar S.S Budi Rahardjo, Pemred Majalah Matra dan Eksekutif. Sebuah proses yang kian berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi.

Kini, “Kita memasuki era a mixed news media.”

Maksud dari Ketua Asosiasi media Digital yang juga Ketua Forum Pimpinan Media Digital ini dalam mentoringnya, bahwa era sekarang adalah era gabungan antara media profesional dengan media warga.

 “Kesadaran PT Telkom yang mengintegrasikan program UKM, dengan memberi pelatihan internal, kiranya juga menjadi contoh perusahaan lain yang memiliki sumber daya manusia yang berhubungan media digital,” jelas Jojo panjang lebar.

baca juga: Pelatihan Internal Telkom Indonesia

**

Divisi Business Service (DBS)
– Dewi Mahendradita
– Imron Nurfalah
– Ria Oktaviani
– Ajeng Kusumawardani
– Nasrul Achmad
– Hanif Ardiawan
 
Divisi Customer Service (DCS)
– Geby Alvina Eza
– Septi Nuraini
– Putri Tri Atmajaningsih
– Dina Ristanti
– Hana Indriati
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »