Rilis

Human Being Medsos versi Pramono Anung

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui peran media mainstream masih kuat. Namun, ia menyiapkan waktu untuk aktivis media sosial (medsos). “Jadi jangan saya yang harus menyampaikan, tapi kita yang mendengarkan,” katanya tentang follower twitter @setkabgoid, fanpage facebook Setkab RI, akun Youtube Sekretariat Kabinet, dan akun instagram Sekretariat Kabinet.

Human Being

Dalam kesempatan itu, Seskab Pramono Anung menyampaikan harapannya agar media sosial Sekretariat Kabinet yang berada di bawah koordinasi Kedeputian Dukungan Kerja Kabinet ini, selain menyampaikan hal-hal yang bersifat informatif, bisa juga menyampaikan hal-hal yang lebih menyentuh.

“Kita juga berharap followers Setkab ini tidak hanya sekedar mengutip hasil Sidang-sidang Kabinet, ataupun Perpres, ataupun Peraturan Pemerintah yang kita launching, atau kegiatan yang kita sampaikan, tapi juga hal-hal yang bersifat di human being,” ujar Pramono.

Ia memberi contoh, pada saat di Afghanistan, ada foto mengenai hal-hal yang bersifat human being ketika Menlu Retno Marsudi sujud syukur dengan Danpaspampres, atau saat Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki yang memakai selimut pesawat untuk menahan rasa dingin.

“Medsos sekarang bisa juga jadi acuan. Semua Kementerian Lembaga punya medsos. Tapi bahasanya jangan pemerintah banget. Sehingga generasi milenial menyebut tidak kekinian. Jadi harus kekinian. Yang mengelola sosial media harus ada pakem memang tapi jangan jadi kaku,” katanya soal plus minus medsos, dimana semua pesan bisa dengan cepat tersampaikan.

“Sekarang orang ada yang menghindar juga dengan medsos karena stres. Jadi ya memang hoax ini jadi musuh bersama dan harus ditangani bersama,” imbuhnya.

Dia mengingatkan juga pada seluruh kementerian untuk bisa memberikan literasi media. Ini menjadi penting agar masyarakat Indonesia bisa lebih cerdas dalam menggunakan sarana komunikasi yang sudah semakin mudah di era digital saat ini.

“Proses literiasi media dan edukasi penting. Enggak baik hate speech semua dihukum. Jadi tetap harus ada pemahaman literasinya,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan kembali pada seluruh pejabat untuk tidak bertindak di luar koridor pejabat publik. Sebab saat ini semua orang bisa mengawasi.

“Era digital kalau yang mau nakal itu harus hati-hati. Sekarang gampang tersebar. Dan kita tidak tahu siapa yang mengambil itu. itu gampang di-viral-kan.. hahahah.. ” katanya berkelakar.

Raker dihadiri oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Waseskab Ratih Nurdiati, Deputi Bidang Administrasi Farid Utomo, Deputi Dukungan Kerja Kabinet (DKK) Yuli Harsono, Deputi Bidang Polhukam Fadlansyah Lubis, Deputi Bidang Perekonomian Agustina Murbaningsih, Deputi Bidang PMK Surat Indrijarso, Deputi Kemaritiman Satya Bhakti Parikesit, para Staf Ahli, Staf Khusus Seskab, para pejabat eselon II, III, IV, dan seluruh staf Sekretariat Kabinet.

 

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »