Rilis

Kapolri & Ulama Yang Sederhana

Views

“Insya Allah negeri kita akan damai. Kalau kita sama-sama menjaga, musibah tak akan terjadi,” ucap Ustaz Abdul Somad, tokoh lokal dari Riau yang menjadi terkenal se-Indonesia karena banyak video ceramahnya yang viral. 

Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) Jendral H Tito Karnavian mengatakan, “Ada tiga elemen bangsa dalam menegakkan NKRI, yakni elemen nasionalis seperti Soekarno-Hatta yang konsisten merebut kemerdekaan. Kedua, unsur laskar pemuda yang menjadi cikal bakal TNI dan Polri. Ketiga, adalah Islam.”

Tito yang mantan Kapolda Mertro Jaya ini terus menjadi pembicaraan di kalangan tokoh Islam. Dia disebut dekat dengan umat Islam, berpandangan global agar Islam tetap utuh dan ternyata sayang dengan umat Islam. Ketika ia menyatakan Islam saat ini menyatukan keberagaman di Indonesia. Ideologi Pancasila dinilai paling pas karena keberagamaan yang sudah menjadi luar biasa dalam kehidupan bernegara.

Tito mencontohkan beberapa negara di luar seperti di Irak, Suriah, Mesir, Yaman dan lain-lain terpecah belah. Padahal negara-negara tersebut adalah negara dengan mayoritas Islam. “Itu negara Suriah, Afganistan, Irak, Yaman, dan Mesir tempat Ustad Somad kuliah, terjadi konflik antara Muslim dan Muslim lainnya. Mereka bergejolak. Apakah konflik seperti itu bisa terjadi di Indonesia. Bagaimana mencegahnya? Gimana caranya Polri untuk mencegah itu?” tanya Tito

Pertanyaan dari Kapolri yang punya pemikiran sangat jauh dan global itu, dijawab oleh Ustaz Somad menjawab bahwa yang diperlukan oleh Polri sebagai institusi keamanan negara adalah memadamkan persoalan bak api-api kecil yang kerap muncul ke permukaan. Indonesia negara yang besar tak luput terjadinya gejolak-gejolak yang berpotensi memecah belah bangsa.

Institusi kepolisian, menurut Ustaz asal Riau itu perlu memadamkan gejolak kecil ini agar tidak semakin meluas. Caranya dengan mengklarifikasi, memperjelas persoalan, mengkomunikasikan dengan baik dan yang pasti sambung Ustaz Somad harus ada kepastian hukum.

“Apapun bisa saja terjadi di Indonesia. Maka dalam Alquran dikatakan, jika datang orang bawa berita, klarifikasi. Utamakan tabayun. Jangan sampai dimasuki pihak lain yang ingin memecah belah. Kalau ada percikan-percikan api kita padamkan. Jangan jadi api dalam sekam yang kemudian membesar. Kepastian hukum juga harus ada,” kata Ustaz Somad.

Ada cara lain menurut Ustaz Somad yang juga tak kalah penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Walau saat ini rentan akan adu domba dan pengedaran informasi hoax, NKRI tetap akan utuh selagi ada umat Islam Indonesia yang selalu memanjatkan doa dan istighfar. Allah SWT menurut Ustaz Somad akan menghindarkan azab dan musibah kepada suatu negeri selagi di negeri tersebut masih terdengar suara istighfar dan doa.

“Insya Allah negeri kita akan damai. Kalau kita sama-sama menjaga, musibah tak akan terjadi,” ucap Ustaz Abdul Somad, tokoh lokal dari Riau yang menjadi terkenal se-Indonesia karena banyak video ceramahnya yang viral. Beliau asli Ustadz, sudah S2 di bidang agama, lulusan Al Azhar Kairo dan S2 di Maroko pula. Jadi dari segi ilmu, beliau sangat berkompeten.

UAS adalah “hasil kawin silang” antara ustadz lucu dan ustadz berkualitas. Selama ini kedua jenis ustadz tersebut seperti air dan minyak. Tak mungkin bersatu. Namun Ustadz Abdul Somad berhasil mengawinkan keduanya. Ceramah-ceramah beliau selain “bergizi tinggi”, juga enak didengar, dan porsi lucunya pun sewajarnya saja. Tidak berlebihan.

Gayanya sangat sederhana. Beliau bukan tipe ustaz kharismatik. Masyarakat menghormati beliau karena ilmunya, bukan karena kharismanya. Beliau juga bukan tipe ustadz stereotif (maksudnya kelihatan banget gayanya seperti ustadz pada umumnya). Gaya beliau biasa saja. Seperti orang kebanyakan. Mendengar ceramah beliau, kita seperti mendengar ucapan orang biasa yang kebetulan pintar di bidang agama.

 

 

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »