Kamis, Oktober 24, 2019
0
  • No products in the cart.
Rilis

Kasus Nunung Membuka Aib, Program BNN Gagal

Program Wajib Lapor Para Pecandu Tak Berjalan Baik

Relawan Anti Narkoba yang komit menjadi manusia bersih dan sehat, sayangkan Wajib Lapor Pecandu gagal.
19Views

“Jangan setelah yang  bersangkutan tertangkap baru mengurus rehabilitasi. Di sinilah, menjadi lahan oknum, untuk memeras pecandu, dengan menakut/nakutin dengan pasal-pasal pengedar.”

Polisi Bongkar Komedian Nunung Memakai Narkoba Sejak 20 Tahun lalu, Sama Saja Buka Program BNN Gagal.

ANTARANEWS.id —  Mengapresiasi polisi yang menangkap komedian Nunung  dan salut dengan kepolisian yang berani berterus terang perihal latar belakang pecandu yang memakai lebih dari 20 tahun lalu. 

LSM Ridma Foundation yang merupakan jaringan Koordinator LSM Bersama ini melihat sisi lain, mengapa polisi berani menyebut yang bersangkutan sudah memakai sabu sejak 20 tahun lalu.

“Artinya, program deteksi penyalahguna narkoba yang selama ini didengungkan oleh BNN, yakni Wajib Lapor bagi pecandu tidak jalan,” demikian rilis yang disebar oleh LSM yang berdiri sejak jaman Bakolak Inpres, sebelum BNN hadir.

Informasi bahwa penyalahguna Narkoba yang sudah lapor, maka yang bersangkutan dirujuk untuk mengikuti terapi rehabilitasi agar bersangkutan bisa pulih dan meninggalkan perilaku buruknya sebagai penyalahguna Narkoba.

“Kasus Nunung dan suaminya, yang menurut polisi sudah lebih 20 tahun sebagai pecandu. Membuka mata kita, bahwa masih banyak pecandu yang dengan sadar diri, belum melaporkan kasus kecanduannya. Padahal mereka mendapat fasilitas untuk menjalani terapi rehabilitasi,” ujar Asri Hadi, LSM Bersama.

Asri Hadi mengingatkan, terapi rehabilitasi menjadi tanggung jawab negara.

Proses melaporkan diri itulah yang disebut wajib lapor. Kegiatan wajib lapor ini diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika.

Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu Narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya.  Mereka oleh negara,  dianggap korban yang perlu mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Pada Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 54 dinyatakan bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalah guna Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Dengan demikian jelas, bahwa apabila ada penyaalh guna Narkoba secepat mungkin yang bersangkutan (apabila sudah dewasa) ataupun orang tua dari penyalah guna (apabila penyalah guna belum cukup umur) segera melaksanakan wajib lapor agar penyalah guna tersebut segera menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Masyarakat di sekitarnya harus memprakasai kegiatan wajib lapor ini. Agar segera dapat mencapai lingkungan bebas Narkoba,” ujar S.S Budi Rahardjo, jurnalis yang juga sebagai Ketua LSM Ridma Foundation mengingatkan.

“Pemerintah, dalam hal ini BNN perlu lebih intensif, mensosialisikan apa itu wajib lapor pecandu narkotika. Prosesnya dan institusi mana saja, yang memberi fasilitas itu,” demikian Jojo dari LSM Ridma Foundation menerangkan.

Pengaturan Wajib Lapor Pecandu Narkotika bertujuan untuk memenuhi hak pecandu Narkotika dalam mendapatkan pengibatan dan atau perwatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Jangan setelah yang  bersangkutan tertangkap baru mengurus rehabilitasi. Di sinilah, menjadi lahan oknum, untuk memeras pecandu, dengan menakut/nakutin dengan pasal-pasal pengedar,” demikian Asri Hadi dan S.S Budi Rahardjo mengingatkan.  

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »