ANTARANEWS.ID
Foto

Ketika Presiden Jadi Peserta Acara Cukur Massal di Garut

Presiden Joko Widodo turut serta dipangkas rambutnya oleh Herman. Pemuda asal Garut ini adalah tukang cukur langganannya sejak 6 tahun lalu.
ANTARANEWS.ID

ANTARANEWS.id —  Presiden Joko Widodo mendatangi lokasi wisata Situ Bagendit yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Di sekitar lokasi tersebut tampak para pemangkas rambut asli Garut yang sedang mencukur rambut puluhan orang.

Saat itu, sedang digelar acara cukur massal dengan para pemangkas rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG).

Presiden Jokowi kemudian duduk di salah satu bangku kosong yang ada. Ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dirinya menjadi peserta dari acara cukur massal tersebut.

Herman, seorang pria bertopi lantas mulai memangkas rambutnya. Sebelumnya, Herman yang merupakan pemangkas rambut asli Garut ini memang telah menjadi langganan Presiden Jokowi sejak tahun 2013.

“Mas Herman ini tukang cukur saya di Jakarta. Sudah berapa? Enam tahun ya? Sejak gubernur di Jakarta. Mas Herman ini kebetulan memang dari Garut,” kata Presiden.

Saat dimintai tanggapannya oleh para jurnalis, Herman yang berada di samping Presiden mengatakan menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya dapat menjadi pemangkas rambut langganan Presiden.

“Lumayan,” jawabnya ketika ditanya apakah merasa gugup tiap memangkas rambut Presiden Jokowi.

Ia menuturkan bahwa tak banyak permintaan dari Presiden Joko Widodo saat hendak memangkas rambutnya. Sejak menjadi langganan Presiden, ia juga mengaku usahanya menjadi lebih ramai dari biasanya.

“Pasti itu. Lumayan lah,” ucapnya.

Penataan Situ Bagendit

Setelah pangkas rambut, Presiden membahas penataan area wisata Situ Bagendit dengan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Presiden juga sempat membahasnya di atas sebuah rakit yang berada di tepi Situ Bagendit.

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »