ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

LSM Bersama dan RIDMA Foundation Siap Pantau Kinerja Kepala BNN Yang Baru

ANTARANEWS.ID

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3) pagi. Heru menggantikan pejabat lama Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Budi Waseso (Buwas) yang mulai memasuki masa pensiun mulai 1 Maret ini.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti narkoba berkomentar positif atas penunjukkan Deputi Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru.

Irjen Pol. Heru Winarko adalah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung, bertugas di Direktorat Ekonomi Khusus Mabes Polri, dan Direktur Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri.

Menanggapi pria yang berbintang dua menjadi bintang tiga, banyak menyebut itu sebuah prestasi. Apalagi, yang membawa suasana baru “aura integritas” adalah orang dari KPK.

Pilihan orang nomer satu di BNN yang menyingkirkan kandidat-kandidat dari internal BNN dan Kepolisian, memang hingga hari ini menjadi tanya. Sekaligus menegaskan, bahwa Presiden Jokowi punya kriteria khusus, selain hal-hal lain yang sudah sering didengungkan, yakni institusi BNN perlu juga mereformasi diri.

“Bukan saja perlu membawa norma, budaya dan integritas KPK ke BNN. Reformasi internal membawa tingkah laku, sistem dan komitmen pegawai KPK, ke awak BNN. Yang berprestasi dan punya integritas naikan karirnya, termasuk fasilitasnya dong seperti pegawai KPK,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua LSM RIDMA Foundation. Hal ini, “Karena terus terang saja banyak sosok yang berkarir di BNN kehilangan motivasi, urusannya soal dapur sendiri. Integritas untuk bekerja untuk bangsa, perlu digedor kembali”.

Budijojo mengingatan juga, bahwa BNN diberikan kewenangan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika. Yang diperjuangkan BNN saat ini adalah cara untuk “memiskinkan” para bandar atau pengedar narkoba, karena disinyalir dan terbukti pada beberapa kasus penjualan narkoba sudah digunakan untuk pendanaan teroris (Narco Terrorism) dan juga untuk menghindari kegiatan penjualan narkoba untuk biaya politik (Narco for Politic).

Asri Hadi, aktivis Konsorsium LSM Bersama menagih ketegasan lebih dalam kepada Komjen Heru di bidang P4GN (Pencegahan,Pemberantasan,Penyalahgunaan,dan Peredaran Gelap Narkoba) .“BNN sudah sangat baik di pemberantasan, dengan kepala BNN yang baru, kiranya bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat lebih diperhatikan,” ujarnya tentang  pengganti Buwas alias Budi Waseso.

LSM Bersama dan RIDMA Foundation menegaskan, akan bersifat mandiri dan independen yang berorientasi pada penjaringan informasi pencegahan dan pemberantasan, termasuk menjadi bagian dari Pemberdayaan Masyarakat. “Kalau perlu memberi masukan atau kritik, kami akan lakukan,” ujar Asri Hadi dan BudiJojo, aktivis anti narkoba kepada Kepala BNN yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »