ANTARANEWS.ID
NasionalViral

Program Desa Cegah Narkoba di Bengkulu

170Views

 

ANTARANEWS.id — Sultan Bachtiar Najamudin terus berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Pemimpin Perusahaan Majalah HealthNews ini terus aktif sebagai aktivis LSM Desa Cegah Narkoba.

SBN yang kembali dicalonkan sebagai senator DPD RI ini menjadi bagian dari program Badan Narkotika Nasional (BNN) di deputi pencegahan.

LSM Desa Cegah Narkoba mengajak setiap insan di desa untuk peduli bahaya narkoba, jangan sampai masuk ke desa-desa.

Menjadi Senator, anggota DPD-RI (2009-2013) dan menjadi Wakil Gubernur Bengkulu (2013-2015), Sultan tak sekedar mengabdi dan membangun tanah leluhurnya.

Sultan lewat media HealthNews yang direkomendasikan oleh Badan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nation And Drug and Crime mengajak  peran serta masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Dengan program Desa Cegah Narkoba, Majalah HealthNews membangun Koran Desa di depan Pos Kamling yang kemudian direnovasi, dilengkapi dengan Wifi.

Mengaktifkan pos kamling sebagai tempat kongkow positif dan lokasi deteksi dini bahaya narkoba, sehingga jika ada bandar atau hal-hal yang dicurigai bisa langsung dideteksi.

Program Desa Cegah Narkoba juga akan disosialisasikan di daerah Bengkulu. Seperti yang diinformasikan Enam Perintah Presiden Beratas Narkoba.

 Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia yanng mencapai kurang lebih 5 juta jiwa merupakan fenomena gunung es. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan, ” Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi, yg lebih gila lagi, yg lebih komprehensif lagi dan dilakukan secara terpadu.”

Pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai , harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame,” kata Presiden.

Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat,” tegas Presiden.

Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita,” ujar Presiden.

Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.

Kelima, perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan,” tegas Presiden.

Bahkan Presiden meminta agar dilakukan pengecekan secara rutin di lapas-lapas tersebut. “Saya kira mungkin bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus dicek secara mendadak baik oleh BNN dengan Polri dan dibackup oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih dari 50% peredaran yang ada,” ucap Presiden.

Keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.

majalah HealthNews — klik ini

adminbagus
the authoradminbagus

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas