ANTARANEWS.ID
Gaya HidupViral

Majalah Cetak Yang Terus Eksis

ANTARANEWS.ID

ANTARANEWS.id —  Industri media massa  terus memanfaatkan pola hidup masyarakat yang mulai menyukai dunia digital. 

Media yang telah memiliki basis di dunia percetakan pun, kini aktif melebarkan sayapnya di dunia digital dan memiliki e-magazine.

Majalah MATRA dan majalah Eksekutif,  contohnya. 

Media cetak yang berpengaruh di massa-nya.  Untuk majalah MATRA terbit sejak 1986 sedang majalah eksekuti terbit sejak 1979.

Sempat berganti-ganti kepemilikan dan manajemen, tapi eksis juga hingga 2019. 

Majalah gaya hidup dan bacaan pebisnis itu banyak diminati masyarakat Indonesia sekarang telah mengembangkan sayapnya dengan menggunakan internet untuk menyampaikan berita.

Penggabungan media dalam bentuk yang lama (cetak) dengan media dalam bentuk yang baru (internet) ini membentuk sebuah media yang lebih baru yang dinamakan konvergensi media.

Masyarakat juga dituntut untuk mampu menjadi aktor yang turut ambil bagian dalam perkembangan industri ini.

MATRA dan majalah eksekutif, sebagai majalah cetak legendaris masih diminati pembaca karena memiliki kredibilitas.

Banyak pelanggan generasi babyboommer dan generasi yang jengah dengan dunia digital. Pasarnya  terus berjalan dengan adanya konvergensi media.

 Era digital adalah tantangan bagi para perusahaan industri media cetak agar dapat bertahan dan bersaing secara sehat. 

Tak hanya revolusi teknologi, tantangan lain yang harus dihadapi oleh perusahaan industri media cetak adalah masalah persaingan antar bisnis media cetak yang biaya cetaknya makin mahal.

Harus diakui, terkadang hasil penjualan media  cetak  tidak dapat menutupi modal percetakan sehingga mengalami kerugian.

PerusahaanMedia Yang Melakukan Inovasi Terus Bertahan.

Jika 10 tahun lalu supir angkot, pengemudi bajaj, atau tukang ojek pun membaca koran sambil menunggu penumpang, maka sekarang mereka lebih senang bermain handphone.

Entah menonton Youtube, bermain game, atau sibuk ngobrol lewat aplikasi pesan.

Namun, perubahan itu tidak semata-mata menunjukkan berkurangnya pembaca media cetak.

Sebanyak 74% profil pembaca media cetak di Indonesia berada di kategori umur 20–49 tahun, atau merupakan gabungan dari Generasi X dan Generasi Milenial. 54% di antaranya berasal dari kelas atas dan masuk kategori pekerja kantoran.

Pengeluaran mereka per bulannya rata-rata Rp4,1 juta dan sangat akrab dengan teknologi.

Hal itu ditunjukkan dengan tingkat kepemilikan smartphone yang mencapai 65% serta menghabiskan hampir 3 jam sehari di internet.

Para pejabat pemegang keputusan di republik ini, termasuk CEO dan eksekutif mapan, masih senang membaca majalah cetak.

Hanya saja, pilihan mereka kepada khusus media cetak pilihan dan terpercaya seperti majalah MATRA dan majalah eksekutif.

Selain punya cetak, ada online di eksekutif.id dan matranews.id. Majalah cetaknya dicari karena kualitas dan investigasinya menarik. Seru!

Secara khusus, dari total 4,5 juta pembaca media cetak, sebanyak 56% di antaranya mengakui media cetak  paling bisa dipercaya. 

Ini berkat akurasi pemberitaan dan disiplin verifikasi. Apalagi, penyebaran berita bohong (hoax) lewat media sosial marak terjadi akhir-akhir ini.

Majalah cetak memaksimalkan pelaksanaan strategi pemasaran.  Memelihara pelanggan dengan ikatan yang lebih personal untuk lebih memberikan kepuasan pelanggan, serta mengembangkan pasar barupada segmen medianya.

Taktik lainnya yaitu melakukan promosi baik untuk memperkokoh imij, mempertahankan kredibilitas di depan para stakeholder  (baik pembaca maupun permasang iklan).

Selain manajemen dan pengaturan teknologi yang efektif dan efisien, kenyamanan pembaca menjadi perhatian pertama. 

Media cetak unggul di visual dan tata letak, yang menjadi kekuatan. Lebih humanis, memegang majalah atau koran cetak dibanding gadget. 

Konten adalah yang utama dimana kualitas berita amatlah penting. Kualitas berita dapat dinilai dengan kedalaman suatu berita, kredibilitas, kelengkapan jenis berita dan gaya penulisan dalam membahas berita.

Manajemen media cetak bukan sekadar bagaimana memproduksi suatu berita, tetapi juga berkaitan dengan marketing, manajemen finansial dan kepercayaan dari masyarakat yang menjadi pembacanya. 

Penting bagi suatu perusahaan media cetak untuk menjaga kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan atau pembacanya. 

Apabila dilihat dari profil pembaca, media cetak di Indonesia cenderung dikonsumsi oleh konsumen dari rentang usia 20-49 tahun (74%), memilki pekerjaan sebagai karyawan (32%), dan mayoritas pembacanya berasal dari kelas atas (54%).

Ini menunjukkan bahwa pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan yang mapan.

Pembaca media cetak juga merupakan pembuat keputusan dalam rumah tangga untuk membeli sebuah produk (36%).

Membaca buku adalah salah satu hobi dari konsumen media cetak. Selain membaca, mereka juga lebih cenderung menyukai traveling.

Tiga dari empat pembaca media cetak mengakui, tidak keberatan saat melihat iklan.  Justru mereka melihat iklan sebagai “oase”,  dimana iklan dengan  promonya menampilkan hal-hal  terbaru.

Pembaca media cetak di satu sisi juga merupakan pembaca media online. Bahkan, penetrasinya jauh lebih tinggi ketimbang membaca media cetak.

Berdasarkan survei yang sama, frekuensi penggunaan internet di antara pembaca media cetak mencapai 86%, alias di atas rata-rata 61%

Media cetak sangat diminati pembuat keputusan dalam rumah tangga. Hal ini menarik.

Dibalik mengapa majalah MATRA dan eksekutif terus eksis, ternyata,  karena media bukan satu-satunya bisnis mereka.

Selain bisnis penulis buku, membuah kreatif konten juga lembaga pelatihan, penyelenggara acara, dan penerbitan inhouse magazine perusahaan yang memesan. Termasuk memproduksi serta mengadvokasi digital marketing.

Infomasi selanjutnya di 0816-1945-288

baca juga: majalah eksekutif terbaru — klik ini — edisi cetak/print—

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »