Kamis, Oktober 24, 2019
0
  • No products in the cart.
Rilis

Majalah MATRA Akuisisi Majalah Eksekutif

127Views

Majalah MATRA

Majalah eksekutif yang terbit sejak 1979 sebagai majalah bisnis pertama yang dianugerahi Museum Rekord Indonesia (MURI) tidak terpengaruh dengan adanya rumors “senjakala media cetak.”

Beberapa biro iklan justru kerap menelpon media massa tersebut untuk menanyakan rate pasang iklan di media cetak, untuk pengaturan placement dan anggaran bujet marketing. 

Fokus menjadi majalah bisnis dan gaya hidup di print (cetak) kalangan menengah atas, untuk seterusnya berkomitmen terus hadir di majalah edisi cetak yang bisa dibeli di toko buku terkemuka di seluruh Indonesia atau dibeli khusus lewat hotline, untuk kalangan luar negeri.

Penekanannya setelah bergabung menjadi satu di bawah bendera PT Usaha Konvergensi Media (UKM), majalah eksekutif dan MATRA mengembangkan majalah digital yang bisa dibeli di Higoapps, Myedision, dan Scoop yang kini menjadi Gramedia Digital.

Trend digital memang, diantisipasi dengan baik, termasuk mengembangkan fintech dan akan mengembangkan lewat lapak lain.

Kedua media terkemuka dan fenomena itu (MATRA dan Majalah eksekutif) dalam release-nya menegaskan, akan terus muncul di edisi cetak (print) dan bisa dibeli lewat aplikasi e-magazine dengan hanya memotong pulsa telepon atau mekanisme kartu kredit, atau pembayaran e-money lain.

Jika majalah eksekutif mengembangkan diri dalam usaha konvergensi online di www.eksekutif.com dan www.eksekutif.id, kini majalah MATRA bisa di klik di www.matranews.id

Untuk holding media mainstream, PT UKM tetap mengembangkan edisi print (cetak) untuk Majalah Eksekutif dan MATRA yang utama. Masih banyak instansi dan akademisi, universitas berlangganan edisi cetak.

Bahwa maksud dari penggabungan usaha tersebut di satu PT adalah, agar pengelolaannya lebih efisien juga dalam rangka menuju perubahan sebagai media di era Digital.

Saat ini PT UKM tengah mengembangkan dan melakukan bisnis riset untuk membangun transisi bisnis dari media cetak ke media start up.

“Kami mengakuisi bisnis media cetak yang berkeinginan dengan multiplatform,” ujar S.S Budi Rahardjo, CEO PT Usaha Konvergensi Media (UKM). “Menerima jika ada instansi, atau pihak manapun mau bekerjasama atau bersinergi,” jelasnya di kantor PT UKM di jalan Ampera Raya no 59, Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut Jojo, sapaan akrab Budi Rahardjo, PT UKM sendiri telah berhasil menjalankan roda bisnis riset, investigasi dan multimedia sejak 2009. Mekanisme kerja tim bisa dimanapun menggunakan teknologi. “Kami hanya kumpul tiap Selasa, hari lain, kami benar-benar memanfaatkan teknologi, bisa rapat lewat videocall,” ujarnya.

Sukses melakukan standarisasi, filterisasi, serta positioning menjadi startup yang kompetitif. Akan terus mengambil atau mengakuisisi beberapa media digital yang punya kekhususan dan mengajak pihak-pihak lain untuk segera berkolaborasi.

PT UKM yang berdiri sejak 2009 awalnya merupakan startup pembuatan website perusahaan dan konsultan pembuatan buku-buku digital,  kini melebarkan sayap dan membentuk akselerasi dalam spektrum lebih detil.

“Targetnya di 2017 ini, kami melakukan akuisisi sebagai implementasi diversifikasi bisnis untuk bergerak di bidang media massa cetak,” ujar pria yang punya insting optimis masa depan, bahwa media cetak masih kelihatan bagus dan belum rapuh.

“Tujuannya mengambil momentum pembuktian, bahwa startup asli Indonesia bisa menjadi bagian dari aplikasi yang berkibar di negeri sendiri,” papar Ketua Umum Asosiasi Media Digital Indonesia yang juga Ketua Forum Pimpinan Media Digital ini.

Sedang mengembangkan juga Humasapps, menurut wartawan senior yang socialpreneur ini, dia terus mengembangkan aplikasi mobile karya anak bangsa, dengan sistem canggih mengingat sebuah brand media bagi para humas dan profesi lain. Sedang mengembangkan aplikasi untuk generasi kekinian yakni Netdigital, sedang menjajaki untuk pembuatan aplikasi financial technology (fintech)

Memiliki tenaga IT profesional, PT UKM itu sendiri, berawal dari perusahaan media konsultan. Mulai mendalami forensik digital, literasi media dan kampanye online ini, antara lain, telah bekerjasama lama dengan Higoapps, myedision.id atau Scoop, Scanie juga Wayangforce. Juga dengan Gramedia Digital.

Mengelola majalah MATRA Indonesia dan sejak Januari 2017 ini dipercaya PT Alberta untuk pengelolaan majalah eksekutif yang terbit sejak 1979. Dengan tatakelola GCG guna mempertahankan hegemoni dan mematahkan konglomerasi. Sebagai startup yang mengawinkan yang berbau teknologi, dengan riset.

Dengan tim solid, memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif, kini sudah melaksanakan watchdog dan peringatan dini (early warning system) terhadap penyimpangan yang terjadi di dunia maya. Kini bekerjasama dengan Forum Pimpinan Media Digital (FPMDI) dan Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) serta ragam komunitas digital.

Memberi kesempatan individu dan organisasi media digital untuk berkomunikasi dengan jangkauan yang tak terbatas. Menyediakan solusi bagi konsumen hingga instansi dan birokrasi yang ingin memverifikasi sumber daya dari perusahaan media cetak hingga media digital hingga membantu jika ada yang ingin tahu berita itu hoax atau bukan.

Bisa disebut, memfokuskan diri pada bisnis forensik teknologi digital dan konvergensi media. Jika ingin bekerjasama bisa langsung menghubungi 0816-1945288. (whatsapps)

“Kami siap mengakuisi bisnis media cetak yang berkeinginan dengan multiplatform,” ujar S.S Budi Rahardjo, CEO PT Usaha Konvergensi Media (UKM).

edisi cetak:  klik aja

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Translate »