ANTARANEWS.ID
InternasionalSisi Lain

Majalah TIME diakusisi MATRA, bergabung dengan Majalah Eksekutif?

225Views

Majalah TIME, perusahaan media asal Amerika dalam proses diambil alih majalah MATRA.

Setelah mengakuisisi Majalah Eksekutif, giliran www.majalahtime.com dipegang perusahaan media yang berbasis konvergensi: yakni majalah cetak, E-magazine dan Online. Juga akan berkembang ke TV.

PT Usaha Konvergensi Media, memang mencari beberapa media yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai masalah. Khususnya, dalam proses tumbuh kembangnya.

Mengajak pemilik lama untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang ada. Konteksnya, merangkul internet dan menjadi format utama di masa depan.

Keterpurukan bisnis dan industri media cetak akibat dari sengitnya gempuran digitalisasi ternyata bukan hanya terjadi di tanah air saja tetapi juga menimpa industri media cetak di negara adidaya seperti Amerika Serikat.

Majalah TIME menandai perubahan dari budaya majalah yang menghargai tulisan kritis, sudut pandang segar, dan laporan mendalam menjadi pemberitaan serba cepat dan pendek. Gelombang PHK dan mundurnya beberapa penulis maupun editor senior tak terelakkan.

Berikut ini beberapa daftar perusahaan koran dan media cetak Amerika Serikat yang mengalami kejatuhan. Mulai dari menutup resmi usahanya sampai menggantinya ke media online.


1. Surat kabar Tribune Co

Surat kabar Tribune mengalami masalah keuangan bahkan mengajukan perlindungan pailit pada awal Desember 2008. Akibat menurunnya pemasukan iklan untuk edisi cetak, Tribune memilih untuk fokus di berita online.

2. The New York Times

Surat kabar dengan oplah terbesar, The New York Times, masih bertahan dengan berita versi cetaknya hingga saat ini, meskipun distribusinya tidak lagi dalam jumlah besar. Oleh karena kurangnya pemasukan dari koran, perusahaan ini menyewakan sebagian ruang di gedung kantor pusatnya di New York guna membantu biaya operasional. Berhadapan dengan krisis ekonomi dan arus Internet, The New York Times juga memilih untuk menyampaikan berita melalui media online.

3. Majalah Newsweek
Setelah 80 tahun menyebarkan berita di Amerika Serikat, Newsweek mengakhiri edisi cetaknya pada pengujung akhir tahun 2012. Pihak Newsweek memilih untuk terbit dalam format online, Newsweek Global, pada 2013. Perpindahan format disebabkan kurangnya pemasukan iklan.

4. Majalah Reader’s Digest
Perjuangan perusahaan RDA Holding selama 91 tahun untuk menyebarkan berita melalui majalah Reader’s Digest akhirnya harus berakhir pada pertengahan Februari 2013 lalu. Reader’s Digest memilih untuk melayani pembacanya melalui edisi online.

5. Rocky Mountain News
Tepat pada tanggal 27 Februari 2009, surat kabar yang berdiri pada tahun 1859 ini resmi ditutup karena berbagai sebab. Sebelumnya, pada tahun 2008, E.W. Scripps & Co, pemilik harian ini, memilih untuk menjualnya. Akan tetapi, karena tidak ada yang membeli, Scripps memilih menutupnya.

Seperti dilansir situs Washington Post Senin kemarin, penjualan surat kabar harian The Washington Post pun tidak terlepas dari masalah finansial yang telah lama menggerogoti perusahaan itu.

baca juga: online majalah time

adminbagus
the authoradminbagus

1 Komentar

  • Keprihatinan ini, cukup jadi pelajaran
    Khususnya 0rentasi sementara hanya bisnis semata. Bandingkan Majalah Suara Muhammadiyah, malah mengalami kenaikan oplah. Malah, khabar terahir setiap terbit 50 ribu exemplar. Trims

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas