Jumat, November 15, 2019
0
  • No products in the cart.
Nasional

Masyarakat Banyak Yang Belum Paham Soal RUU Keamanan Siber

55Views
Komandan Densus Digital (S.S Budi Raharjo MM) memberi input ke Djoko Setiadi, Kepala BSSN, pentingnya media dilibatkan dalam mendorong RUU .
 
 
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
 
 

“Ayo, usulan atau suarakan lewat media massa atau medsos,” tutur Widodo, Staf Ahli Badan Legislatif DPR

EKSEKUTIF.id – Multistake holder yang hadir di acara pagi Cyberfest 2019 sepakat untuk mendorong Badan Legislasi (Baleg) DPR menyelesaikan Rancangan Undang-undang Keamanan dan Ketahanan Siber.

“Kalau semua yang hadir di sini, ingin cepat dan bantu meng-goalkan RUU Keamanan Siber, mana suaranya?” tutur Widodo, Staf Ahli Badan Legislatif DPR, dalam momen “Cyber Festival” yang berlangsung Live Space SCBD, Jaksel.

Widodo yang sebagai pembicara, laiknya artis sedang show, meminta para fans fanatiknya untuk jangan diam membisu. Ia pun menjelaskan, tahapan-tahapan sudah berlangsung, dari penyusunan hingga prosesnya.

“Supaya cepat jadi Undang-undang. Ayo, usulan atau suarakan lewat media massa atau medsos, bahwa Undang-undang Keamanan siber memang urgent,” demikian Widodo berseru.

Mendengar tantangan semacam itu, serta para undangan yang hadir bersorak kompak.  Gempita dari ratusan orang yang hadir menjadi gemuruh.

Termasuk komitmen bersama, datang dari murid-murid SMP yang canggih dalam digital, ikut hadir bersama kaum milenial dan generasi Y yang lain. Mereka semangat berteriak: “Siap!”

Suasana yang tadinya serius menjadi berubah gempita. Tepuk tangan pun membahana. Sekaligus menjadi awal untuk semua pihak peduli mengenai undang-undang tentang penting data dan keamanan diri yang perlu dilindungi.

“Sudah ada yang pernah baca draft RUU nya?” tanya Ardi Sutedja K,  Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF). Hal itu spontan dipertanyakan, lewat media sosial Facebook.

“Kami siap bantu jika ingin disosialiasikan ke masyarakat. Supaya, dalam RUU itu ada masukan dari pelbagai unsur masyakat,” ujar S.S Budi Raharjo, MM yang merupakan Ketua Asosiasi Media Digital, Pemred Eksekutif dan majalah Matra.

 Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selama ini belum merespon kegiatan serta realiasi, hal-hal yang dipertanyakan masyarakat yang peduli digital. Selama ini terkesan tertutup terhadap media massa.

Dalam kegiatan HUT BSSN yang ke-73 jatuh pada 4 April 2019 dan bulan Bakti Keamanan Siber, dilakukan cyberfest 2019 .

Hadir pula para stakeholder/mitra komunitas siber, termasuk Indonesia Cyber Security Forum (ICSF). Ragam asosiasi dan Federasi serta Himpunan juga persatuan yang ada hubungannya dengan digital hadir, sejak pagi hingga siang.

Mereka antara lain dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama, Piranti Lunak hingga Penyedia Insfrastuktur dan Asosiasi Big Data. Diundang juga Asosiasi Media Digital Indonesia, Asosiasi Satelit hingga Federasi Teknologi dan Asosiasi Forensik Digital.

Hadir juga beberapa kepala dinas dari Pemda daerah, yang mengurusi komunikasi dan Victoria Goverment serta para sponsor acara dari kalangan swasta dan BUMN.

Rangkaian acara diawali seminar cyber security High Level Talks bertemakan ‘Indonesia Cyber Security Update’.

Sebagai narasumber: Deputi II Marsekal Pertama (Marsma) TNI Asep Chairudin, Dirjen Aptika Kominfo Semuel Pangerapan dan Tenaga Ahli Baleg DPR Widodo.

Diskusi dipandu Prof. Dr. Kalamullah Ramli dari Universitas Indonesia. Sedangkan Industrial Talks moderatornya Sylvia Sumarlin, bertajuk ‘Cyber Security Technology Update’.

Millenial Talks, dipandu Komika Pandji Pragiwaksono dengan narasumber: Public Policy Lead Twitter Indonesia Agung Yudha, artis Dimas Beck dan Chelsea Islan yang membahas ‘Internet Fun and Secure’ terkait budaya keamanan siber.

Artis juga berkomitmen untuk menyuarakan RUU keamanan cyber menjadi prioritas.

RUU Diharap Selesai Sebelum September 2019

Substansi RUU sebenarnya adalah bicara mengenai siapa yang harus dilindungi, siapa bertanggung jawab melindungi dan sektor apa saja yang akan dilindungi. Mekanisme dan peranan BSSN sebagai regulator.  Sayangnya, masyarakat kurang dilibatkan dalam literasi RUU itu.

RUU keamanan siber sangat penting sebagai prioritas utama untuk diundangkan. Jika tak selesai di DPR sekarang,  sebelum periode 2014-2019 berakhir 1 Oktober 2019. Maka, RUU dimulai dari awal lagi, anggota DPR yang baru.

 

Perlunya kerjasama dengan media massa, dalam meng-goalkan RUU, literasi dan sosialisasikan ke masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak tahu isi draft RUU itu, kemudian diundangkan.

 

Tinggalkan Balasan

Translate »