Rilis

Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Mengajak Kita Semua Menjadi Relawan atau Penggiat Sosial

Gerakan Baju Kaus Dalam Aroma Positif. Tampak S.S Budi Rahardjo (Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia) disaksikan Ahmed Kurnia (Coach Densus Digital) mendaulat Menteri Sosial.

Para anggota Asosiasi Media Digital Indonesia selama ini sudah membangun sebuah kepedulian, dengan mengajak masyarakat di media sosial untuk memaparkan hingga meliput hal-hal yang menyangkut kepedulian terhadap sesama.

Mengajak siapa saja untuk “hadir” dalam menggerakan orang-orang, termasuk bagi yang belum punya kepedulian untuk ikut “punya hati” dan merespon hal-hal yang menyangkut humanisme lewat media sosial.

Menjadi bagian dari kerja “tim densus digital” yang selama ini sudah bekerja, ditandai dengan didaulatnya Menteri Sosial Idrus Marham sebagai bagian dari “tim densus digital”.

Organisasi yang anggota merupakan pemilik, pemimpin dari website berita dan penulis buku digital serta para motivator itu, memang, sudah berdiri bersamaan terbentuknya Forum Pimpinan Media Digital, yang awalnya berada di Facebook dua tahun silam.

“Saya senang jika di bangsa ini, banyak orang-orang baik semacam ini. Dan saya sangat berterima kasih, bisa diajak gabung bersama,” ujar Idrus Marham, yang dikenal sejak lama sebagai aktivis mesjid ini.

“Ini merupakan langkah konkrit melawan hoax juga , jika para pimpinan media digital punya hati sosial semacam ini,” demikian menteri yang dikenal bersahaja ini dan langsung memerintahkan staf khususnya, untuk dirinya bisa terus berkomunikasi dengan para anggota Asosiasi Media Digital di seluruh Indonesia.

Karena, “Media sosial adalah sebuah keniscayaan dan tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu media sosial harus dimanfaatkan secara positif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana negara hadir untuk mensejahterakan rakyat.”

Idrus mengakui, belakangan ini media sosial terkadang disalahgunakan untuk menyebarkan isu yang tujuannya membangun opini negatif tentang kinerja pemerintahan saat ini.

Dalam konteks socialpreneur, ada usulan juga dari pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia untuk “negara hadir” dan mengajak, mengamati dan memberi apresiasi bagi pengusaha Socialpreneur yang selama ini sudah menjadi penggiat sosial, baik dalam menghadapi bencana atau masyarakat miskin.

AMDI juga mengusulkan kepada Kemensos untuk membuat layanan Social Quick Responsif Unit dalam memonitor masalah ketimpangan sosial di daerah agar segera bisa ditangani pemerintah secepatnya.

Layanan Social Quick Responsif Unit ini dibuat menggunakan basis aplikasi dan diterapkan melalui jaringan social media. Karena informasi melalui media sosial sangat cepat dan massif sehingga bisa dipantau kondisi sosial di daerah yang membutuhkan bantuan.

Hadir jajaran pengurus pusat AMDI diantaranya Anggota Dewan Pembina Ahmed Kurnia Soeriawidjaja, dan staf khusus Menteri yakni Ismail Cawidu dan Husen Gani serta jajaran Kemensos hadir jajaran Staf Khusus dan Dirjen di Kemensos.

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »