Kamis, Oktober 24, 2019
0
  • No products in the cart.
Hukum

Perempuan Bersama AA Berinisial L

LSM RIDMA (Aktivis Anti Narkoba): "Masyarakat Kecewa Dengan Aparat."

19Views
 
ANTARANEWS.id — Viral di media sosial,  “Masyarakat Kecewa Dengan Aparat.” Kasus Narkoba AA dipantau LSM Anti Narkoba RIDMA Foundation sebagai : “Masuk Angin, Banyak Kejanggalan”.
 
Warga netizen dan masyarakat umum yang  awalnya salut, ketika aparat berhasil menangkap seorang pengguna narkoba yang ternyata seorang petinggi partai.  Polisi membekuk,  Minggu (3/3/2019) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.
 
Senin berita itu menjadi viral dilengkapi foto-foto penangkapan di grup media wartawan main stream. Kemudian, entah “angin” dari mana, proses ini terasa janggal.  Polisi mengaku sudah melakukan tes urine terhadap yang bersangkutan hasilnya, diketahui positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
 

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat-alat untuk mengkonsumsi narkoba. Namun, barang bukti narkoba yang diduga dikonsumsi Andi Arief tidak ditemukan di lokasi.  Maka terhadap saudara AA tidak dilakukan penahanan.

Di sinilah, rumors menjadi liar, bahwa disebut aparat gamang ketika hendak mengungkap kasus ini, dimana kasus ini melibatkan tokoh elit partai. Narkoba sudah merasuk ke jantung petinggi bangsa dan mafia narkoba menjadi bagian dari gonjang-ganjing hoax.

Foto-foto telah beredar, mulai dari bong (alat penghisap sabu), bungkus rokok sampai perempuan cantik yang menjadi sorotan publik. Beredar pula gosip ini merupakan skenario jelang pilpres, terlepas yang bersangkutan memang sebagai pengguna. 

Hanya dua hari diperiksa, AA dilepas.  Kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penyelidikan. Sudah terjadi, Partai tempat bernaung AA menjadi rusak citranya, giliran partai yang disebut perempuan yang bersama AA “diamankan”.

“Saudara AA dikategorikan sebagai pengguna narkotika. Terhadap kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap penyelidikan karena pada dirinya tidak ada barang bukti, tidak terjaring pengedar, terus selama ini enggak pernah pakai (narkotika),” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal.

Ketika sedang diassessment di BNN, polisi sudah menyatakan yang bersangkutan sudah bisa pulang besok. Padahal, yang seharusnya yang menyatakan itu, adalah pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), bukan dari penyidik, dalam hal ini kepolisian.

Kemudian dalam hal barang bukti lain, soal perempuan. Polisi menyebut, yang bersama Andi Arief adalah sahabatnya ketika sebelumnya disebut AA ditangkap sendirian di kamar hotel tak ada wanita.

Masyarakat aneh, dengan pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal menyebut bahwa AA tidak bersama perempuan. Akan tetapi, karena foto proses penangkapan dan perempuan itu sudah beredar (lihat foto yang diperoleh sumber terpercaya-red) , keterangan polisi pun diralat.

Yang di hotel merupakan eks mahasiswi. “Sahabatnya (Andi Arief),” ujar Iqbal menegaskan perempuan tersebut bukanlah calon legislatif dari Partai Nasdem. “Ya, betul inisialnya L, tetapi tidak ada kaitannya dengan yang beredar.

Sebelumnya, polisi menyatakan saat penggerebekan penyidik hanya menemukan politisi AA seorang diri, tetapi setelah dilakukan pengembangan ditemukan petunjuk terdapat perempuan yang meninggalkan kamar sebelum penggerebekan.

Dalam rilisnya, RIDMA Foundation sebagai LSM yang mengamati kinerja aparat dalam penanganan narkoba. Menyebut kasus AA ini sebagai “kasus masuk angin”. Aparat yang harusnya bekerja profesional terganggu dengan ada situasi “demam politik”.

Intinya dalam rilis RIDMA Foundation, para aktivis anti narkoba: “Masyarakat yang tadinya salut atas kinerja kepolisian. Giliran menjadi kecewa. Tegasnya masyarakat kecewa dengan aparat!”

“Ya, betul inisialnya L, tetapi tidak ada kaitannya dengan yang beredar.

Tinggalkan Balasan

Translate »