ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Politik Punya Tempat Tersendiri di Setiap Masanya

ANTARANEWS.ID

Sekedar catatan Riningson Ibrahim, pengamat politik yang kini menyiapkan diri sebagai kader terbaik partai. Sebagai putra asli Bengkulu, dalam sebuah refleksi dan cita-cita. Dari sudut Ampera Raya, Kemang Jakarta Selatan di lantai tiga.

“Pemilukada di Provinsi Bengkulu memang sudah berlalu dan akan terus seperti itu. Tapi, ketika kita renungkan dengan jujur dalam sanubari kita yang terdalam, kita bangga dipimpin oleh seorang gubernur muda, yang punya gagasan besar, punya keberanian besar dalam membangun Bengkulu.”

Ia punya semangat yang tak pernah padam, walau badai begitu kencang menerjang, punya ketangguhan berdinamika walau harus tumbang, punya seribu cara dalam menghadapi rintangan. Sederet prestasi yang kemudian terjerembab karena pertarungan politik.

Kita pun kini, merindukan sosok pemimpin seperti Agusrin Nadjamudin. Yang dulu sempat dinobatkan sebagai gubernur termuda di seluruh indonesia.

Agusrin dulu membuka mata kita semua tentang spirit, bagaimana seorang anak muda anak seorang petani yang ditinggalkan ayahnya ketika masih kecil, harus hidup penuh dengan kesulitan banting tulang membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Lalu, dengan semangat dan keyakinanya Agusrin bisa membuktikan diri menjadi gubernur.

Ini semangat buat kita, buat kami yang muda-muda. Ini inspirasi buat kita semua, tua, muda, akan semangat perjuangan. Bukan kelas lokal, tapi nasional bahkan kelas internasional.

Pada akhirnya, tak ada gading yang tak retak. Karena pertarungan politik yang penuh intrik dan picik, yang menghasilkan debu dan arang, kita telah kehilangan putra terbaik Provinsi Bengkulu.

IA, anak muda berdarah Rejang dan Aelatan, perpaduan genetik yang langkah mengikuti tekat kuat. Sehingga bisa menyatukan dua kekuatan yang maksimal. Agusrin dengan sejarahnya telah menyajikan napak tilas perjalanan masalalu yang cukup menginspirasi bagi kita semua. Sejarah sudah berjalan.

Bengkulu butuh anak-anak muda yang punya semangat dan keberanian seperti Agusrin untuk maju.

Salam hebat dan harus diukui, kita merindukan sosok-sosok seperti ini di Indonesia. Bersahaja. Rendah hati dan ringan tangan menolong sesama. Ah, mimpi itu memang pernah ada. Sosok itu juga sempat nyata.

Catatan pinggir saya, kali ini: “Mimpi Besar Tidak Akan Menjadikan Kita Miskin Asal Kita Meyakininya. Kami membutuhkan sosok-sosok semacam ini. Serius ini.”

—-Riningson Ibrahim—–‘–

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »