Internasional

Prabowo Paparkan Kecurangan Piplres 2019

Hadir dalam acara tersebut yakni Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno.
View
 
Di hadapan Media Internasional, Prabowo: “Rakyat Tidak Akan Menerima Hasil Pemilu Curang.”
 
ANTARANEWS.id  —  Prabowo Subianto mengundang media internasional untuk berdialog, terkait masalah perjalanan sistem demokrasi di Indonesia. Terutama, adanya kecurangan pilpres 2019 yang sangat terstruktur, sistematis, dan masif.
 
Pertemuan tersebut digelar di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). 
 
“Saudara-saudara yang saya hormati dari komunitas asing, media asing, dan kedutaan besar dari negara sahabat di Jakarta,” tutur Prabowo.
 
“Kami telah menjalani kampanye politik yang sangat berat dan panjang,” kata pria kelahiran 17 Oktober 1951 itu.
 
” Setelah masa kampanye berakhir, kami mencoba untuk menjalin hubungan dengan media dan komunitas asing untuk menyampaikan pandangan kami,” Prabowo membuka sambutannya. 
 
“Pada intinya, kami mencoba untuk menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia tentunya, bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi,” tambah Prabowo menjelaskan. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu juga menjelaskan bahwa kecurangan masif yang pihaknya anggap sistemik tersebut.
 
Prabowo mengungkap fakta, terlihat dari pemberdayaan aparat kepolisian yang secara terang-terangan, dan institusi pemerintahan seperti badan intelijen. 
 
“Dan hal ini, semua sudah banyak dibicarakan, memberikan kami bukti, mereka adalah badan penegak hukum,” ujar jenderal yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata jenderal lainnya itu.
 
“Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain,”  jelasnya. 
 
Prabowo juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa ahli yang akan memberikan paparan teknisnya.
 
Pada dasarnya, ia beserta Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi sangat menyayangkan hal ini.
 
Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ke-tiga di dunia, dan bangsa Indonesia memilih demokrasi di tahun 1998. 
 
“Saya akan bicara apa yang sering saya bicarakan di muka umum dan TV bahwa demokrasi adalah satu-satunya sistem di sejarah peradaban sampai sekarang yang dapat melaksanakan pergantian kekuasaan dengan damai, dibandingkan dengan sistem-sistem lain,” ungkapnya. 
 
Prabowo menegaskan, demokrasi dengan segala kepentingannya adalah satu-satunya penjamin kedamaian di kehidupan politik sebuah negara, dan demokrasi adalah tanda kedewasaan perkembangan sebuah negara.
 
“Tanda kedewasaan, tanda peradaban, tanpa demokrasi, perubahan kekuasaan biasanya berakhir dengan pendekatan fisik dan seringkali brutal dan menggunakan kekerasan.Ini lah yang selalu kami coba hindari,”  tegasnya. 
 
Namun, Prabowo menjelaskan bahwa saat ini sistem demokrasi di Indonesia ada yang ingin merusaknya dengan melanggar ketentuan-ketentuan yang ada, sehingga kehidupan bangsa Indonesia menjadi tidak baik lantaran dirusak oleh sekelompok orang. 
 
“Tapi,  apa yang terjadi saudara-saudara, inilah yang terjadi di Indonesia,” kata Prabowo.
 
” Keinginan 267 juta penduduk Indonesia sedang dilanggar dan dipisahkan,” demikian papar anak begawan ekonomi Soemitro dan menantu Presiden Soeharto ini.
 
Karena itu lah, kita tengah berusaha untuk menegakkan demokrasi di Indonesia menjadi demokrasi yang benar, yang jujur, untuk merubah sebuah sistem menjadi lebih baik ke depannya,”  ungkap  pria yang punya semangat patriotik dan militernya tak kunjung padam.
 
Hadir dalam acara tersebut yakni Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Djoko Santoso, dan Direktur Kampanye BPN Sugiono, Direktur Luar Negeri BPN Irawan Ronodipuro, Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said, Tokoh Ekonomi Rizal Ramli, serta Anggota Dewan Pembina BPN Amien Rais.
 
 
 
 
 
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »