Jumat, November 15, 2019
0
  • No products in the cart.
Hukum

Program Desa Cegah Narkoba, Sisir Desa dan Sembilan Nagari di Sumatera Barat

447Views

ANTARANEWS.id — Tak berhenti di penyuluhan pada Kecamatan Lintau Buo, yang terdiri dari Sembilan Nagari. Desa ini, letaknya strategis dekat dengan Payakumbuh dan Pakan Baru. 

Acara penyuluhan dilaksanakan tanggal 4 November 2019 lalu.

Permintaan untuk melakukan program serupa, yakni “desa cegah narkoba” mengalir ke hotline Bersama dan Ridma Foudation, untuk daerahnya juga minta dibina dalam konteks diedukasi.

Acara kemarin sukses. Tak hanya dihadiri 600 pelajar SMP dan SMA se-Lintau Buo Utara. Tapi unsur kecamatan, pihak Nagari.

Tampak antusias para tokoh tokoh Ninik Mamak, cerdik pandai, pemuda, ibu- ibu Bundo Kandoung, aparat puskesmas, tokoh agama, tokoh pemuda dan ibu ibu PKK.

Penyuluhan semacam inilah, yang diberikan oleh para pakar dari Jakarta.

Adapun para aktivis Anti Narkoba yang melakukan penyuluhan adalah Dr Kusman mantan deputi rehabilitasi BNN dan Mantan Ketua Badan Nasional Narkotika (BNN) pertama, Komjen Pol Pur Ahwil Loetan, tak ketinggalan Asri Hadi yang juga merupakan putra Lintau Buo.

Sebagai putra daerah, Asri Hadi tergerak untuk daerahnya tak disusupi  narkoba. Maka, dibuatlah penyuluhan ini.

“Masalah narkoba sudah sangat memprihatinkan. Jadi, kita semua harus peduli, bahwa negara kita darurat narkoba,” tutur Asri Hadi, aktivis anti narkoba yang membidani ide Desa Cegah Narkoba.

Asri Hadi punya harapan, program Desa Cegah Narkoba bisa viral. Karena, pengguna penyalahguna narkoba, sudah masuk ke desa-desa sebagian besar wilayah Indonesia. 

Desa Lintau Buo menjadi salah satu target penyuluhan setelah di wilayah ini intensitas kasus penyalahgunaan narkoba dalam enam bulan terakhir ini meningkat.

Belum lama ini terungkap seorang perempuan cantik asal daerah tersebut yang tertangkap menjadi bandar sabu.

Kemudian, ada calon legilatif sedang nyabu di Kabupaten Tanah Datar. Bahkan, polisi juga pernah menangkap warga yang secara polos rumahnya dijadikan markas paket besar ganja kering siap edar. Kasus ini menjadi keprihatian banyak pihak.

“Perubahan sosial masyarakat di pedesaan diduga menjadi penyebab utama masuknya berbagai macam Narkotika melalui suplai bandar berskala besar dan kecil,” ujar Asri Hadi yang juga Bendarara Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI), dalam keterangan pers ke media massa.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »