ANTARANEWS.ID
Nasional

PT Alberta Media Tutup Sejak 2016

Wajib Pajak No Efektif

ANTARANEWS.ID
Menjadi pertanyaan berikut, itu hanya orang mengaku dari kantor pajak atau kantor pajak tidak ada data yang sikron antar bagian di Kantor Pelayanan Pajak?
 
 
 
“Baiklah, kami akan cek kembali ke lantai  bawah,” perempuan di seberang telpon sebelum menutup pembicaraan dan mengucap terima kasih. Perempuan itu tidak tahu, bahwa PT Alberta sudah non efektif dan sudah tak ada kegiatan.
 
Di era penipuan semacam ini, si CEO itu hanya  berkisah ke sesama pengusaha lain. Bahwa usaha sekarang lagi sulit dan banyak  perusahaan tutup.
 
Yang disayangkan, kantor pajak semacam debt collector, bahkan mengejar ketika usahanya  saja sudah pailit. Tak aktifitas. 
 
Menjadi pertanyaan berikut, itu hanya orang mengaku dari kantor pajak atau kantor pajak tidak ada data yang sikron antar bagian di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta, Kebayoran Baru.  Yang beralamat di jl KH Ahmad Dahlan no 14 Kebayoran Baru.
 
Amat disayangkan jika kantor pajak yang dalam satu kantor itu tidak online, dimana diketahui PT Alberta sudah tidak ada kegiatan. Bahkan kantornya sudah tutup, pegawainya sudah di PHK sejak 2016 lalu. Sementara ini adalah 2019, artinya sudah tiga tahun lalu.
 
PT Alberta Media sejak 2014 tidak pernah ada rapat RUPS, akhirnya membuat usaha itu bubar.  Sang CEO sudah mengurus bahwa PT Alberta Media non efektif, ia pun sudah tak bekerja lagi di situ.
 
Perusahaan Sudah Non Efektif
Sang CEO mengaku sudah tak lagii bekerja di  PT Alberta , tapi nomernya masih dicatat di kantor pajak dan dikejar tanpa melihat data valid.
 
Persyaratan sebagai usaha non efektif sudah dilakukan dengan benar.  Sesuai peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-20/PJ/2013 dan Per-38/PJ/2013.
 

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-20/PJ/2013 berisi tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, dan Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

Juga tertuang aturan, penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-38/PJ/2013.

PT Alberta sudah menjadi wajib Pajak Non-Efektif, setelah terlebih dahulu mengisi formulir.

Bahkan sudah membayar kurang bayar dari perusahaan tersebut, dari kantor pribadi si CEO, ketika perusahaan PT Alberta sudah bubar, tak ada karyawannnya lagi, sementara pemegang saham tidak mau perduli. 

Prosedur dan syarat yang diperlukan sudah dilakukan, sampai tiba-tiba telepon dari — perempuan yang mengaku atau benar — dari kantor pajak itu berdering.

Sudah lebih dua tahun,  NPWP PT Alberta Media sudah berstatus nonaktif, seluruh kewajiban perpajakan. Tidak ada kegiatan usaha dan tidak ada kegiatan yang berkaitan pajak. 

Semua transaksi perpajakan yang berhubungan dengan nomor NPWP PT Alberta Media sudah nol.  Bukan tutup, tapi istilahnya non efektif. 

Ini sekedar catatan UKM di Indonesia. Tak ada sama sekali urusannya dengan usaha kandidat sang pilpres. Hanya agar diketahui petinggi negeri, berusaha atau menjadi pebisnis di Indonesia ribet, bukan soal membuka usaha.  Tapi, ketika usaha itu pailit saja masih dibuat ribet

Catat ini, sekedar kisi-kisi saja. #taatpajak.

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »