Kamis, Oktober 24, 2019
0
  • No products in the cart.
Rilis

Purnomo Yusgiantoro Center Knowledge Sharing Series

162Views

“Acara diskusi public semacam ini, akan sering kami lakukan,” ujar Filda Yusgiantoro, Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), kepada kantor berita ANTARANEWS.ID ketika ditemui di Jalan Wijaya IX No.12, RT.2/RW.5, Melawai, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1216.

Filda mengatakan, bedah buku yang kemarin dilakukan di sekretariat membahas energi merupakan salah satu kebutuhan seluruh bangsa selama ini.

Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Purnomo Yusgiantoro bersama Luky Yusgiantoro Ph.D dan Dr. Widhyawan Prawiraatmadja serta Dr. Pri Agung Rakhmanto sebagai pembicara. Tak hanya para mahasiswa Universitas Pertahanan, UPN Yogya-Jakarta, juga Universitas Indonesia dan ITB. Juga hadir dari Kementerian ESDM sebagai peninjau.

Para pemerhati energi mengatakan diskusi dengan tujuan dapat membuka dan memberikan pemahaman tentang kedaulatan energi nasional. , selain itu diharapkan diskusi publik ini dapat memunculkan pendapat atau masukan yang membangun kedaulatan energi nasional.

“Buku ekonomi energy kedua, merupakan teori dan aplikasi. Kami tidak hanya memperbaharui data-data dari buku ekonomi energy pertama,” ujar Luky Yusgiantoro, B.Sc., M.Sc., Ph.D.

Putra dari mantan Menteri Energi dan Menhan itu masih merahasiakan detil, poin-poin yang akan dikembangkan. Kabarnya, dalam buku tersebut juga akan ditulis mengenai hal-hal yang menarik, dalam konteks “politik energy”, termasuk investasi energy hingga keterkaitan ekonomi energy dengan Industry 4.0 dan Sustainable Development Goals oleh PBB.

Dr. Widhyawan Prawiraatmadja memuji buku ekonomi energi yang cukup lengkap. Masukannya, soal sisi kekinian, antara soal teknologi.

“Fenomena ekonomi energi di Indonesia, memang harus dilihat melalui sudut pandang yang lebih fundamental,” tutur Dr. Pri Agung Rakhmanto ikut mengomentari buku energy. Saat ini tidak banyak literatur yang menjelaskan mengenai ekonomi energi dan di dunia industry.

“Pengertian ekonomi energy, hanya terbatas pada perhitungan Net Present Value, Internal Rate of Return dan hal-hal yang hanya menyentuh kulit dari ekonomi energy,” papar Pri Agung menyebut saran, akan juga menarik jika buku enerji mengupas juga perkembangan teknologi yang mengganggu keseimbangan pasar atau sering disebut disruptive technology.


Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Purnomo Yusgiantoro bersama Luky Yusgiantoro Ph.D dan Dr. Widhyawan Prawiraatmadja serta Dr. Pri Agung Rakhmanto sebagai pembicara.

baca juga: Majalah Eksekutif Cetak (terbaru) – klik

 

Translate »