Jumat, November 15, 2019
0
  • No products in the cart.
Rilis

Akhirnya digelar 4 Agustus 2019, Reuni JUPRI alias Jurnalis Peliput TVRI tahun 80-2000an.

Disesuaikan Melody Memory?

45Views

ANTARANEWS.id— Jelang ulang tahun TVRI, 24 Agutus 2019.  Viral di media social, mengenai reuni jurnalis di Taman Buaya, TVRI. 

“Mundur untuk maju, good hope, good spirit, good dream, good success,” demikian Ipik Tanoyo, jurnalis senior yang terus enerjik memompa semangat teman-temannya.

Awalnya reuni Jurnalis Peliput TVRI akan digelar 21 Juli 2019, jadinya ke tanggal 4 Agustus 2019.

“Karena disesuaikan dengan acara Melody Memory,” ujar Amazon, jurnalis senior memaparkan lewat grup WA.

Pers Hiburan 1988-2.000 , menggelar acara kongkow temu kangen di hari Minggu.

Mengenang cerita lalu, senda-gurau.  Dalam rangkaian itu, ada off air, pukul 11.00-17.00 WIB dan On-air, pukul 20.00-21.00.

“JUPRI alias Jurnalis Peliput TVRI tahun 80-2000an,” ujar Sutrisno Buyil, yang menyebar rilis.

Untuk panitia sudah dibentuk, sebagai Ketua Reuni JUPRI 2019 adalah Ludy Hasibuan  dan Eddie Karsito sebagai Sekretaris.

“Sekedar kangenan dan reuni dengan teman seperjuangan di liputan hiburan khususnya TVRI ,” ujar Agi Sugiyanto sang pencetus ide Reuni JUPRI.

Banyak yang akan meliput. Antara lain, Majalah Matra dan eksekutif menjadi bagian dari reuni ini, sebagai media lawas dan eksis hingga kini. Salam satu jiwa pers.

“Saya harapkan Pak Ishadi SK, sutradara Dedi Setiadi, Encep Masduki, bisa hadir di acara Reuni JUPRI 2019 yang pertama ini,” harap Rosihan K Nurdin mantan wartawan Femina Grup ini.

Lokasi, yang tak jauh dari pintu Gerbang Utama TVRI tinggal jalan lurus sekitar 25 meter, berada di sebelah kiri.

Taman Buaya merupakan sebuah Tempat Legenda, selain Tower TVRI yang berdiri sejak tahun 70-an.

Ada periode, Taman Buaya,  dijadikan tempat berkumpul dan bertemunya jurnalis dan narasumber, ketika TVRI masih menjadi media TV satu-satunya di tanah air.

Jurnalis kerap kumpul, kongkow di Taman Buaya, kala itu. Termasuk, tempat berkumpul seperti Produser Acara dengan artisnya atau kegiatan pertemuan lainnya.

Fungsi Taman Buaya, eksis karena ada kebutuhan “pasar” saat itu. Banyak juga artis-artis datang untuk diliput, serta “menghadang peran” supaya sah menjadi artis, bergaul dengan dedengkot “Taman Buaya.”

Situasi seru itu, bagi jurnalis, tak sulit mendapatkan narasumber. 

Sedangkan artis beken hingga yang baru merintis atau pemusik, pemain sinetron, drama, bisa berkumpul dengan tokoh wartawan dari yang punya julukan “buaya” hingga yang masih belajar meliput.

 

Tinggalkan Balasan

Translate »