ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

RIDMA Foundation: “Kepala BNN Harus Berintegritas, Jangan Sekedar Bintang Tiga.”

ANTARANEWS.ID

Budi alias Jojo memberi masukan secara detil kepada Presiden Jokowi secara langsung.

Lembaga swadaya masyarakat RIDMA Foundation memberi masukan ke Presiden Jokowi mengenai “pensiun”nya, Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika (BNN).

Jika mencari sosok yang baru. “Jangan sekedar orang yang berkarir, tapi tidak punya kepedulian mengenai masalah bahaya narkoba,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua LSM Jaringan Informasi Dampak Miras dan Naza (RIDMA Foundation).

Budi alias Jojo memberi masukan secara detil kepada Presiden Jokowi secara langsung, mengenai darurat narkoba yang sudah berlangsung sejak jaman Presiden Soeharto.

“Jangan mengangkat Kepala BNN, jika dari Kepolisian atau Internal BNN, sekedar bintang tiga atau naik menjadi bintang tiga,” ujar Jojo yang mendengar, kandidat calon Kepala BNN yang sedang dipertimbangkan dari Presiden, justru dari institusi lain, seperti TNI atau Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kritik dan masukan yang lain. “Jangan lagi, institusi semacam BNN salah mengangkat duta anti narkoba. Diangkat menjadi Duta Anti Narkoba, eh,malah kemudian tertangkap tangan sedang memakai narkoba,” ujarnya sembari memberi contoh artis yang ditangkap seperti Jenniffer Dunn, Fachi Albar, Dhawiya Zaida hingga Roro Fitri.

LSM RIDMA juga sempat mencatat, rehabilitasi yang menjadi program BNN, oleh “oknum” dimanfaatkan sebagai ajang cari uang saja. Apalagi, saat kemarin surat keterangan bebas narkoba, untuk Pilkada, menjadi “bernilai” dengan UUD, ujung-ujungnya duit. Sikap-sikap seperti ini, yang menurut Budi, harus juga dipahami oleh Kepala BNN yang baru.

Penganti Buwas, menurut RIDMA Foundation, harus punya ketegasan yang sama dengan Budi Waseso dalam pemberantasan narkoba.

Khususnya untuk bidang pencegahan dan bidang pemberdayaan masyarakat yang BNN punya harus instrospeksi, karena tidak melibatkan orang-orang yang punya integritas dan kualifikasi. “Lebih banyak seremonial dan tidak berdampak luas,” kritiknya terhadap kinerja BNN selama ini.

Pria yang sudah sejak Bakolak Inpres menjadi aktivis anti narkoba ini, mengkritisi badan BNN yang langsung di bawah Presiden sudah diisi orang-orang yang hanya sekedar berkarir aman.

“Sementara ini, ada oknum yang bermain, yang secara internal sudah terkontaminasi mafia narkoba, jadi kalau memang Kepala BNN yang baru. Bersihkan saja sekalian, oknum internal itu,” paparnya.

RIDMA mencatat, di bawah Budi Waseso pemberantasan bagus, namun untuk mekanisme pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, sangat tidak berdampak.

“Orang-orang BNN di dalamnya (internal-red), masuk dalam zona nyaman. Hanya berpikir karir, tanpa punya rasa untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa,” jelas Jojo, yang juga Pemimpin Redaksi majalah MATRA serta CEO majalah eksekutif.

Untuk itu, RIDMA Foundation sudah memberi masukan ke Presiden, bahwa Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) juga harus bisa mereformasi internal BNN.

Perwira tinggi yang terbaik, profesional. Namun yang lebih penting,  komitmen dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). “Harus punya integritas, serta telusuri rekam jejak hingga rekening uangnya,” tegasnya.

Mengenai sosok Buwas yang disebut-sebut akan diperpanjang melalui Kepres. “Presiden ketika dikonformasi hanya senyum,” ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua LSM RIDMA.

“Jangan lagi, institusi semacam BNN salah mengangkat duta anti narkoba. Diangkat menjadi Duta Anti Narkoba, eh,malah kemudian tertangkap tangan sedang memakai narkoba.”

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »