ANTARANEWS.ID
Sisi Lain

Sudirman Said Keliling Jawa Sowan ke Pelbagai Ragam Tokoh

ANTARANEWS.ID

“Sekarang pas lagi di Jakarta, di kantor LSM. Besok tanggal 17 berangkat lagi,” ujar Sudirman Said, ketika ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mengaku, berat badannya agak naik, ia berharap dengan aktivitasnya saat ini, bisa kembali langsing, apalagi paparnya, selain diskusi dengan kaum intelektual, jadwalnya menjadi padat keliling menemui ragam masyarakat.

Sudah punya pengalaman untuk bangsa ini, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini baru saja pulang dan semakin ramai disebut-sebut sebagai calon wakil gubernur pada Jateng 2018 terkait dengan koalisi sejumlah partai politik. “Ya, memang ada tiga partai politik yang melirik,” ujar sosok intelektual yang santun ini.

Ramai disebut selain Partai Gerindra, yang juga ingin melamar adalah Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.  Ini berkait Pilgub Jateng 2018. Dari berbagai pertemuan dengan berbagai lapisan masyarakat seperti tokoh politik, ulama, akademisi, dan tokoh-tokoh media. “Kesan yang saya tangkap adalah, masyarakat antusias serta membutuhkan pembaruan,” kata Sudirman Said, pria yang dikenal akrab dengan kalangan kampus dan jurnalis ini.

Pria kelahiran di Brebes, Jawa Tengah 16 April 1963 ini memang dikenal sebagai tokoh antikorupsi, pekerja rehabilitasi kawasan bencana, eksekutif di industri minyak dan gas, serta direktur utama perusahaan senjata nasional. Saat ini bergandeng tangan bersama relawan untuk mendukung dirinya agar bisa mulai berinteraksi dengan para pendukung partai dan ulama. “Demokrasi yang baik memang butuh pilar parpol yang kuat, oleh karena itu saya tidak mempertimbangkan untuk masuk dari jalur independen,” katanya.

Alumnus Sekolah Tinggi Akutansi negara (STAN) itu dinilai berhasil saat ia diminta menangani Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias, 2005-2007. Master Bidang Administrasi Bisnis dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, 1994Dia membentuk Satuan Anti Korupsi (SAK) ini bertugas mendidik semua pemangku kepentingan di Aceh dan Nias pasca Tsunami. Sudirman menjelaskan bahwa BRR telah membatalkan tender proyek bermasalah senilai 157 miliar rupiah.

Orangnya teliti dan disiplin. Ini yang selalu Sudirman Said tunjukkan saat masih kecil, di sekolah, kuliah, hingga bekerja. Berbeda dengan aktivis lainnya. Ia berpenampilan rapi dan bukan aktivis jalanan. Ia lebih banyak menyoal transparansi keuangan sebuah lembaga atau instansi. Menjadi aktivis korupsi dimulai mendirikan beberapa organisasi anti korupsi, seperti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dan Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) (2000).

Lembaga ini menuntut perilaku yang bersih dalam mengelola keuangan negara dan perusahaan. Berkat aktif di dunia ini, Sudirman juga diminta untuk mengelola perusahaan. Beberapa perusahaan yang dikelola berkaitan pertambangan, energi, minyak, dan gas. Ia lebih banyak mendapat tugas untuk membenahi budaya korupsi, dan meningkatan produktivitas, dan keuntunngan bisnis melalui pengelohan keuangan yang bersih. Sikap tersebut dilaksanakan tidak hanya di corporate, tapi juga di instansi pemerintah.

Menanggapi wacana duet dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. “Saya berpasangan dengan siapa aja, siap. Siapa yang dicalonkan cagub atau tidak itu kehendak rakyat,” kata Sudirman, yang menilai semua wacana terkait figur yang akan diusung pada Pilkada Jateng masih dinamis. “Kami buka semua kemungkinan itu,” ucap sosok yang dikenal sebagai aktivitis anti korupsi.

 

ANTARANEWS.ID
Redaksi
the authorRedaksi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Translate »