Nasional

Surat Wajib Nyanyi Indonesia Raya Di Bioskop Batal

View

ANTARANEWS.id — Kementerian Pemuda dan Olahraga sempat mengeluarkan imbauan untuk menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya kepada penonton bioskop sebelum film dimulai.  Sejumlah pengelola bioskop  sudah menerima imbauan Kemenpora.

Surat itu tercatat dengan nomor 1.30.1/Menpora/2019, ditetapkan pada Rabu 30 Januari 2019, ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi.  Dibuat dalam kop resmi Menpora.  Surat itu pun ditembuskan ke Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), dan Kepala Badan ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Masyarakat agar terbiasa dengan lagi kebangsaan, toh tidak ada susahnya. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum menikmati film,” ujar Imam Nahrawi, Menpora.  Imbauan  dimaksudkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta pada Tanah Air.

Bagaimana cara atau mekanisme menyanyikan lagu Indonesia Raya, Menpora menyerahkannya kepada pemilik atau pengusaha bioskop.  Imbauan  disertai sanksi terhadap bioskop yang tidak memenuhinya.  “Ini sesuatu yang positif dan ingin meningkatkan rasa nasionalisme kepada masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, negara yang menerapkan kebijakan ini antara lain India, Pakistan, dan Filipina. Sebagaimana di Thailand, lagu kebangsaan bersama lagu kerajaan wajib diperdengarkan setiap hari pukul 08.00 dan 18.00 di televisi, radio, gedung pemerintah, dan area publik.  Hal sama juga di lakukan di bioskop dan konser musik. Siapa yang melanggar akan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. 

Maka,  masyakarat pun  gaduh atas imbauan Kemenpora. Surat itu memicu pro-kontra jelang pemilu pilpres dan pileg, April 2019 ini.  Masyarakat dan wakil rakyat sahut menyahut di media sosial. Soalnya, sesuai  undang-undang mereka harus berdiri untuk menyanyikan Indonesia Raya seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 24/ 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. 

Eng-ing-eng.  Belum lama diumumkan, surat imbauan tersebut dibatalkan.

Pencabutan itu dilakukan berdasarkan atas berbagai pertimbangan. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan surat itu resmi dicabut karena adanya resistensi yang tinggi. Kemenpora kemudian meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan atas imbauan yang kemudian menjadi polemik.
 
” Alhamdulillah, surat imbauan tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap jelang pemutaran film di bioskop sudah dicabut. Hal itu atas dasar berbagai pertimbangan dan juga karena resistensi dan kegaduhannya yang sangat tinggi. Mohon maaf. Wass,” tulis Gatot, Jumat (1/4-2019).

 

baca juga: majalah MATRA edisi terbaru (cetak/print) — klik ini —

redaksi antara
the authorredaksi antara

Tinggalkan Balasan

Translate »