Rilis

2020, Asosiasi Media Digital Indonesia Ajak ICSF Bentuk Ekosistem Digital

Indonesia Cyber Security Forum- Special Group

421Views

 

ANTARANEWS.id — Awal tahun 2020 ini,  dalam Rapat Kerja Terbatas Asosiasi Media Digital Indonesia  (AMDI)  yang lalu, disepakati untuk melakukan kerjasama Indonesia Cyber Security Forum (ICSF).

Jika selama ini, kontribusi lebih ke pemikiran dan bergabung dalam media sosial yang bersinergi.

Dalam jadwal yang diprogramkan, pada  Maret  2020 nanti, akan dibuat kerjasama  lanjutan antara ICSF dan AMDI lebih kepada langkah off air, kegiatan program membangun SDM Asosiasi Media Digital dan Indonesia Security Forum (ICSF).

Jika selama ini, jalinan kerjasama sudah dilakukan di media sosial, Whatsapps  dalam Cybersecurity Multi Stake Holders dimana peserta grup medsos ini, para aktivis dan pakar security digital juga Pimpinan Media Digital.

Pada 2020 ini,  hubungan organik dari dua organisasi ini diupayakan lebih cair,  menjadi lebih massif dengan pelbagai kegiatan bersama,  kopi darat secara informal.

Jadi, berkembang tak hanya di forum di Whatsapps dan media social FB, semacam Indonesia Cyber Security Forum- Special Group.

Gathering “kopi darat” membicarakan yang krusial di dunia digital bukan hanya gratis tapi juga akan berbayar, karena akan mendatangkan ragam pihak yang berkompeten dan bermanfaat.

Pertemuan yang selama ini terjadi antar pemilik media digital, termasuk pembuat aplikasi koding dan motivator yang memiliki media digital memang sudah berlangsung belakangan ini.

Hanya saja dengan adanya jalinan kerjasama Indonesia Cyber Security ini, maka anggota Asosiasi Media Digital mendapat masukan dari narasumber yang kompeten, khususnya dalam hal teknis dan keamanan di dunia digital.

Anggota ICSF (Indonesia Cyber Security Forum) terdiri dari kalangan teknisi, praktisi, termasuk pebisnis dan akademisi yang bersedia tukar pengalaman dan menjadi nara sumber.

Untuk itu, Asosiasi media digital yang kebanyakan anggotanya berlatar belakang jurnalis dan kini menjadi pemilik media digital seperti mendapat masukan yang berarti, dalam kaitan, menyadari komunikasi media juga punya ancaman.

“Kolaborasi antara ICSF dengan anggota Asosiasi Media Digital Indonesia, menangkap fenomena digital yang begitu cepat,” ujar S.S Budi Rahardjo, yang sedang mengembangkan artificial intelegent.

Pola bisnis media mainstream diamati, dimana bergeser dan peran medsos mulai muncul ke permukaan tanpa batasan.

“Indonesia memang masih kurang memahami bidang ketahanan informasi dan keamanan cyber (cyber security),” ujar Ardi Sutedja, pendiri ICSF. Padahal, ancaman terhadap keamanan dunia maya semakin berkembang.

Ia pun memberi contoh, hanya  dengan beberapa gerakan keyboard saja, maka negara, kelompok teroris, organisasi dan individu yang tidak bertanggung jawab dapat meluncurkan serangan cyber dari mana saja dan kapan saja.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »