2,7 Miliar Pekerja di Seluruh Dunia Terdampak Pandemi, Ini Tren Pekerjaan Setelah Covid

oleh -0 views

[ad_1]

JAKARTA,– Di masa pandemi, ada dua sudut pandang yang bisa diambil. Dari sudut negatif corona merupakan sebuah kehilangan, ketakutan dan penurunan. Namun sisi positifnya, terdapat solusi yang hanya bisa dilihat jika seseorang mengubah sudut pandangnya bahwa corona menjadi sebuah momen yang menjadikan perubahan. Dunia tanpa batas, peluang baru yang justru memberikan daya saing, atau mungkin sebuah kesempatan untuk beristirahat.

“Di setiap krisis pasti ada peluang dan kita punya waktu ekstra. Mungkin 5 atau 10 tahun ke depan kita akan menengok ke belakang dan mengingat bahwa karena pandemi ini dipaksa berubah dan membuat kita bersyukur,” ujar Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat I, Senin (12/7/2021).

Menurut Klemes, corona telah mengubah 3 hal yaitu cara bekerja atau belajar, cara berinteraksi, dan cara bertransaksi. Sehingga semua industri yang mengarah pada ketiga hal tersebut diperkirakan akan berkembang. Sehingga di sinilah saatnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi dan siapa yang tidak mau berubah akan tertinggal. Sebab corona menjadikan semuanya berubah ke arah percepatan.

Di dunia pekerjaan corona jelas memberi dampak hampir di semua industri, sebanyak 2,7 Miliar pekerja di seuruh dunia terdampak. Sektor tertinggi yang terdampak mulai dari perhotelan, pariwisata, hingga perumahan, namun tetap masih ada yang bisa dikerjakan. Pandemi telah membuat perusahaan mengubah 83% skala pekerjaannya dikerjakan di rumah, dan 84% mengubah akselerasinya ke digital, serta 50% akselerasi ke automatisasi.

“Akan lebih banyak remote working dan top skills di tahun 2025 yang berhubungan dengan analitis berfikir dan inovasi, aktif belajar dan strategi belajar, dan kita harus bisa mengatasi problem-problem yang ada, cara kita berpikir secara kritis, kreatifitas dan originalitas, kepemimpinan serta sosial influence, penggunaan teknologi, program teknologi dan desain,” tutur Klemes.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Nandya Satyaguna, Medical Doctor, Syukron Jazila, Executive Director Wahib Institute, dan Rino Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *