Berinteraksi di Ruang Digital Harus Sesuai Etika

oleh -3 views

[ad_1]

JAKARTA,- Lebih dari setengah populasi Indonesia kini telah melek internet. Berbagai macam profil pengguna dari kategori gender, usia, pendidikan, membuat anonimitas di dunia maya sangat bisa terjadi karena tak semua orang menggunakan nama atau akun asli.

“Fenomena penggunaan ruang digital dengan adanya perbedaan profil pengguna akan membuat interpretasi informasi menimbulkan masalah atau konflik akhirnya ada ujaran kebencian, hoaks, atau isu negatif dan menjadi viral,” ujar Vivi Andriyani, Marcom & Promotion PT. Alfa Goldland Reality saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, Selasa (13/7/2021).

Menurut Vivi akhirnya orang menganggap apa yang terjadi di sosial media dan internet memang wajar seperti itu, padahal ada yang disebut etiket dalam berinteraksi di dunia maya.

Paling tidak ada sepuluh etiket yang harus diterapkan saat berada di dunia maya, pertama ingatlah keberadaan orang lain meskipun internet membuat orang tidak harus bertatap muka.

“Namun kita perlu ketahui, sedang berkomunikasi dengan manusia bukan robot. Jadi mereka pasti punya perasaan, punya pikiran sehingga harus tetap ingat keberadaan orang lain yang diajak komunikasi,” ujar Vivi.

Kedua taat terhadap standart kehidupan online seperti halnya saat sedang tatap muka. Selanjutnya berpikir dulu sebelum berkomentar, dan hormati waktu orang lain, gunakan bahasa yang sopan dan santun.

Di media sosial atau ruang digital bagilah ilmu kepada orang lain dan menjadi pembawa damai dalam diskusi yang sehat. Kemudian hormati privacy orang lain, jangan menyalahgunakan kekuasaan, dan maafkan jika orang lain melakukan kesalahan.

Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategic, dan Fiona Damanik, Psikolog/Konseler Universitas Multimedia Nusantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 106 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *