Inspirasi

Catatan Pinggir Awal Tahun 2020

Oleh: S.S Budi Rahardjo MM

257Views
Hidup ini terus berjalan dan mengalir, hari terus berganti, bulan tak hentinya berlalu, dan tahun terus bertambah pada waktunya tanpa pernah terlambat.

Kita sudah berjalan di tahun 2020.   Rasanya begitu cepat waktu berlalu. Rasanya baru kemarin anak-anak muda meniupkan terompet di tengah bunyi klakson di jalan-jalan raya.

Senior saya pernah menulis, bagaimana tahun baru menuju kehidupan yang lebih baik. Dari kesehatan, resolusi dahsyat menuju kehidupan yang lebih baik di tahun depan. Akan tetapi? Ia bertanya dalam catatan pinggirnya dan menjadi refleksi saya.

Apa artinya pergantian tahun bagi si penjual terompet yang kehujanan dan pengemis cilik di perempatan jalan?

Atau juga: apa yang berubah dari si congkak yang hidup berlimpah kemewahan, dan perempuan penghibur yang terpaksa melakukan karena keluarganya kelaparan?

Toh, tiap saat menit berganti, hari berubah, dan tahun pun terus bertambah. Bukankah ini cuma deretan angka dari 2019 menjadi 2020?

Ada saatnya yang tua akan minggir untuk memberi tempat pada yang muda. Begitulah siklus hidup ini berjalan.

bersama Goenawan Mohammad, jurnalis senior yang dikenal dengan Catatan Pinggir-nya
Fikri Jufri & Andy F Noya

Senior jurnalis saya juga menyebut, Desember ke Januari, Minggu ke Senin, pukul 24 ke 00, hanyalah penunjuk dari konsep “waktu” objektif-matematis.

Inilah ruang. Inilah waktu yang diselidiki oleh ilmu pengetahuan.

Henri Bergson (1859–1941), filsuf Prancis, menyebutnya sebagai temps (“waktu”), dan ini hanyalah salah satu dimensi waktu. Padahal, ada dimensi lain yang lebih penting, yakni duree (“lamanya”, atau “keberlangsungan”).

Jika temps dapat dibagi-bagi, diukur, dan objektif-matematis, duree merupakan kontinuitas, mengalir, tak terbagi, dan subjektif-psikologis.

Jika temps adalah waktu menurut kronometer, duree adalah waktu menurut pengalaman pribadi. Jika temps adalah kuantitas, duree merupakan kualitas.

Karena itu, apa artinya temps bagi si miskin jika dalam duree tak ada yang berubah. Di dalam duree inilah kita hidup konkret dan usaha memberi makna setiap langkah.

Misalnya?

Ya belajar, bekerja, berkarya, beramal, dan selanjutnya.

Di dalam duree inilah kebebasan kita, kesadaran kita, seakan ditantang berbagai godaan yang menyesatkan, yang merugikan kemanusiaan.

Maka, di tahun 2020 kita sudah menjadi saluran berkat. Maka, doa saya di 2019 kemarin, adalah semoga kita semua sehat dan bisa terus menjadi saluran berkat buat sesama, juga keluarga.

Tak perlu kuatir dengan prediksi ahli ekonomi yang menyebut soal perlambatan dan lain-lain.  Kita sudah banyak mengalami, melewati krisis, termasuk dalam hal gelombang, gejolak dimana tahun yang sarat dengan cerita dan pengalaman kita.

Pesta, gemuruh sorak sorai, suara terompet hanya momen, berlalunya satu tahun lagi dalam hitungan kalender.

Hidup ini terus berjalan dan mengalir, hari terus berganti, bulan tak hentinya berlalu, dan tahun terus bertambah pada waktunya tanpa pernah terlambat.

Ada saatnya yang tua akan minggir untuk memberi tempat pada yang muda. Begitulah siklus hidup ini berjalan.

Tampak bahwa hidup ini bisa bermakna siklikal sekaligus linier. Hidup kita berjalan seiring dengan perubahan waktu. Maka segala sesuatu itu selalu baru. Segala sesuatu itu baru dan tidak ada yang tinggal tetap.

Di sini tampak bahwa hidup dilihat sebagai satu proses yang berjalan secara linier, senantiasa ada hal baru dan serbaneka kejutan.

Melihat tahun baru sebagai peluang yang harus direbut dan dimanfaatkan. Maka yang lama harus ditinggalkan dan yang baru harus diraih dan direnggut. Secara kualitas, hidup kita harus bertambah lebih baik.      

Kenyataan sudah menjadi ‘kekinian’ yang harus kita jalani.

Bersyukur akan membuat hati kita bahagia, jangan dibalik, bahagia dulu baru bersyukur. Yang membuat hati bahagia itu ketika hati kita ikhlas menjalani hidup. Bersyukur memberikan ‘vitamin’ bagi jiwa kita untuk tetap bugar apapun yang terjadi.

Memiliki pengharapan itu seperti kapal yang memiliki jangkar untuk berlabuh.

Pengharapan akan membuat hidup kita kokoh, semangat dan memiliki motivasi diri yang kuat.

Pengharapan membuat kita tidak mudah hanyut oleh gelombang. Karena kita punya Tuhan yang hebat, yang mengerti kebutuhan kita. Percayalah!

S.S Budi Rahardjo – Coach Densusdigital.id  (whatsapps – 0816-1945288)


Bersyukur akan membuat hati kita bahagia, jangan dibalik, bahagia dulu baru bersyukur.
Tampak bahwa hidup ini bisa bermakna siklikal sekaligus linier
Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »