Minggu, Desember 15, 2019
Inspirasi

Cek Penyadapan HP Anda (Hoaks)

Beredar Luas dibeberapa Grup Medsos

416Views

ANTARANEWS.id —  Hingga saat ini,  netizen tanah air dibuat percaya dengan beredarnya pesan berantai melalui aplikasi chating dan instant messengger yang mengatakan jika pemerintah sedang  memata-matai atau menyadap seluruh pengguna smartphone di Indonesia.

Isi pesan tersebut menyebutkan jika pengguna smartphone dapat mengetahui apakah smartphone-nya disadap atau tidak dengan cara menekan *#21#.

“Kepada rekan-rekan untuk berhati-hati dari kemungkinan penyadapan nomor HP kita.

Anda bisa melakukan pengecekan sekarang juga di hp anda sendiri dengan mengetik :*#21#Lalu tekan/sentuh tombol Call.

Maka akan ada respon dengan memunculkan tampilan :Voice : Tidak diteruskan Data : Tidak diteruskan Faks : Tidak diteruskan SMS : Tidak diteruskan Paket : Tidak diteruskan PAD : Tidak diteruskan Sinkron : Tidak diteruskanTidak Singkron : Tidak diteruskan. Apabila ada salah satu yg DITERUSKAN, maka bisa dipastikan Nomor anda telah disadap!!! Semoga Bermanfaat…,”

Di Sponsori Oleh:

Demikian isi lengkap pesan berantai yang sempat jadi viral di sosial media tersebut. Namun setelah di telususi lebih lanjut, ternyata informasi menengai pesan penyadapan smartphone dari no *#21# adalah berita palsu alias hoax.

Jojo dari Densusdigital menjelaskan, terkait pesan penyadapan smartphone dari no *#21#. 

“Itu orang iseng saja, untuk membuat sesuatu ramai di tahun politik,” ujar Jojo.

No *#21# yang di gunakan untuk mengecek seperti dalam pesan tersebut adalah fitur untuk mengalihkan panggilan masuk yang ada di sediakan oleh operator.

Call forwarding atau pengalihan penggilan ini sebenarnya digunakan apabila telepon milik kita akan disambungkan ke saluran lain PSTN, mailbox, dan lain-lain.”

Namun, jika pengguna smartphone melakukan *#21# dan mendapati salah satu fitur dalam pengalihan penggilan masuk tersebut dalam keadaan aktif tanpa di ketahui pengguna, hal tersebut bukan berarti smartphone pengguna sedang di sadap.

Kemungkinan besar itu memang pengaturan bawaan dari  kartu milik operator.

Silahkan info ini dishare ke semua rekan, sahabat, saudara kita, agar semua pihak tenang dan tidak menyebar hoax

 

redaksi antara
the authorredaksi antara

Tinggalkan Balasan

Translate »