Gelombang Kedua Covid-19, Toyota Kasih Opsi Pulang ke Ekspatriat Jepang – Berita Otomotif

oleh -0 views


JAKARTA – Para ekspatriat pabrikan otomotif Jepang di Indonesia tidak ada dalam pesawat yang meninggalkan Jakarta pagi tadi. Namun, ada di antara pabrikan itu yang tetap melihat perkembangan situasi.

Rabu (14/7/2021), situs Kyodo News memberitakan mengenai pesawat carteran dari Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat menuju Bandara Narita. Menurut informasi dari pemerintah Jepang dan perusahaan Shimizu, pesawat berisikan sekitar 50 orang ekspatriat Jepang plus keluarga mereka.

Mereka terbang pagi ini dan diperkirakan sampai di Negeri Matahari Terbit pada hari yang sama. Adapun penyebab perginya mereka adalah gelombang kedua Covid-19 di Indonesia yang pada Juli masih menunjukkan tren peningkatan.

Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia sendiri, menurut penelusuran Mobil123.com di berbagai situs berita arus utama, siang ini memberikan pernyataan resmi bahwa kepulangan puluhan warga mereka merupakan inisiatif perusahaan swasta. Pemerintah Jepang tidak menginstruksikan Kedubes di Indonesia melakukan repatriasi maupun evakuasi.

Lantas, bagaimana kebijakan pabrikan-pabrikan otomotif Jepang?

Para Bos Jepang di Daihatsu Indonesia

Daihatsu menyatakan hingga kini tidak mengambil langkah serupa. Para pekerja asal Negeri Samurai yang masih memiliki kontrak tetap tinggal di Indonesia.

“Jika masa kontraknya habis, ya, mereka pulang. Jika belum habis masih bekerja (di sini), tapi WFH (Work From Home/bekerja dari rumah),” ucap Marketing and Corporate Planning Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra melalui pesan singkat kepada Mobil123.com.

Daihatsu merupakan merek mobil terpopuler kedua di Indonesia. Mereka juga membantu Toyota—merek mobil terlaris pertama—dalam produksi model-model kendaraan murah yaitu Agya, Calya, Rush, hingga Raize.

Honda, merek mobil terlaris ketiga, pun belum memulangkan para karyawan asal Jepang. Namun, mereka tetap melihat situasi dan kondisi yang ada untuk memutuskan kebijakan di masa mendatang.

Bos Jepang di Honda Indonesia

“Para ekspatriat tidak diwajibkan pulang ke Jepang. Namun tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Di sini tentunya kami akan melihat berbagai situasi dan kondisi terkini dan akan melakukan kebijakan secara cepat dan tepat,” tukas Business Development, Sales, and Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

“Kami selalu memantau kondisi terkini dan menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku untuk memastikan semua karyawan dapat beraktivitas dalam keadaan aman dan sehat,” lanjut dia.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy belum menjawab pertanyaan mengenai kebijakan korporasi hingga berita ini dinaikkan. [Xan/Had]





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *