Pakar Ingatkan Tanda dan Bahaya Anak Kecanduan Internet

oleh -1 views

[ad_1]

Penggunaan teknologi digital secara berlebihan, terutama pada usia anak, bisa berisiko memunculkan kecanduan internet. Bahkan, tidak jarang dari anak-anak tersebut mudah marah dan emosi ketika mesti dibatasi penggunaan gadgetnya.

Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, , Kamis, (16/7/20210), Boyke Nurhidayat, Relawan TIK, kembali mengingatkan bahayanya kecanduan internet, terlebih pada usia anak.

“Kalau misalnya anak-anak itu marah-marah, karena internet ngelag, sinyalnya jelek, berarti itu sudah masuk dalam kateogori adiktif,” kata Boyke

Boyke melanjutkan, bahwa ciri anak yang telah kecanduan internet lainnya ialah ketika mereka sudah rela menggunakan uang jajan, bahkan hingga mencuri uang yang ada di rumah untuk paket data, atau token untuk bisa bermain game online. Kondisi itu bisa jadi kecanduan internet.

“Atau kalau dia mudah marah, dan ketika dilarang dia masih mencoba sembunyi -sembunyi terhubung atau terkoneksi ke internet,”kata dia

Sehingga akhirnya, anak tersebut sudah termasuk kecanduan dengan internet dan terputus hubungan dengan dunia nyata. Bahaya lain yang juga kerap timbul dari kecanduan itu ialah anak kemudian jadi rencan mengalami body shaming.

“Bisa juga terjadi eksploitasi seksual secara daring yang melibatkan pornografi,” kata Boyke.

Ia melanjutkan, bahaya yang juga mungkin timbul bahwa dengan konten negatif yang tidak terkontrol anak juga rentan mengalami kekerasan sehingga berpotensi untuk menyakiti diri sendiri.

Oleh sebab itu, ia meminta orangtua untuk bisa terus mengawasi dan ajarkan anak untuk bisa berinternet secara aman. Ia mengingatkan untuk mengajarkan pad aanak untuk tidak berbagi informasi pribadi, data, ataupun password ke orang lain.

“Ajarkan juga untuk jangan pernah bertemu dengan teman yang dikenal melalui intenet tanpa sepengetahuan orangtua. Aakan lebih baik bila orangtua menemani anak dan bertemu di tempat umum,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Digital Marketing Strategist, Dee Rahma juga menyampaikan sejumlah materi tentang budaya digital. Dengan begitu, juga membuat aktivitas berinternet menjadi lebih nyaman ketika telah mengerti dan memahami tentang budaya digiatal.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Digital Strategist, Syarief Hidayatullaoh,R. Panji Oetomo, Pegiat Literasi Digital, dan Key Opinion Leader, Randi Renaldi.
Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 67 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

[ad_2]

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *