PENGANTAR JANGAN SEKEDAR MALAM | Obrolan Santai – SastraMagz.com

oleh -11 views

[ad_1]

PENGANTAR JANGAN SEKEDAR MALAM

 

Seperti sebelumnya kali ini kembali kulihat matahari jatuh

Dari nun langit jauh jatuh ke langit dekat langit yang usang dan lusuh

Kemudian datanglah sepiku lalu bersandar pada dinding hati yang tak berpeneduh

Dan aku melihat diriku sendiri bergegas bersegera mengambil air membasuh

Setelah matahari aku juga melihat bulan yang keindahannya sangat

Seolah terbang melayang menghampiri pangkuanku mendekat

Bulan senyum aku senyum bulan berkata ingin kupeluk erat

Ah bulan siapa yang enggan bulan terang ketika sukma meraba dalam gelap yang pekat

 

MALAM DAN ORANG-ORANG MALAM

 

Bacalah semua kisah para pengembara. Mereka lebih sering menunggu datangnya malam daripada siang. Malam lebih aman bagi mereka untuk bercumbu dengan kekasih. Dalam kamar beratap langit-langit atau di alam terbuka beratap langit. Malam menenggelamkan rasa dalam kerinduan. Malam menghanyutkan rasa kerinduan menuju pertemuan puncak dengan segala kenikmatan bersama kekasih.

 

Malam, ketika kebanyakan orang pulas, pengembara menutup rapat pintu dan jendela. Demikian tertulis dalam kitab bahwa barang siapa yang ingin bertemu dengan kekasihnya hendaklah mereka menutup pintu dan jendela.

 

Pengembara sejati sangat hati-hati dalam bercumbu dengan kekasih. Ia tak mau diganggu. Ia akan tetap dalam pelukan, dekapan, dan cumbu rayu. Gunung emas di hadapannya tak akan menggoyahkan keyakinannya.

 

Apalagi jika sang pengembara telah menerima berita tentang waktu penjemputan sang kekasih untuk bersama dalam kenikmatan abadi sebagaimana keabadian kekasihnya.

 

Tulisan singkat ini aku buat sebagai catatan untuk menghantar puisiku yang ke-194.

 

150720162120 Kotabaru Karawang

 

Malam janganlah hanya menjadi sekedar malam

Ini malam kita melukis rindu yang ditusuk sepi

Ini malam kita mengayuh sampan sebelum karam

Besok lusa aku tak disini lagi

 

Malam janganlah hanya menjadi sekedar malam

Malam ini kita hiasi dengan pelukan dan dekapan

Api cintanya biar terbakar seperti sekam

Besok lusa akan tiba saat perpisahan

 

Bulan di langit masih kuning emas

Aku tak lagi cemas

Nuriku dari kandang akan lepas

 

Malam sudah lewat setengah berlalu

Dinginnya menyelimuti aku

Menyandar di dinding merajut semua rindu

 

201604260101 Kotabaru Karawang_


[ad_2]
Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *