Nasional

Upah Layak Jurnalis di Jakarta, Berapa?

462Views

UMP Jakarta 2019 Rp 3,94 juta. Upah layak untuk jurnalis adalah,  di tahun 2019 sebesar Rp 8.420.000. 

ANTARANEWS.id — Tahun lalu,  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak perusahaan media mengupah jurnalisnya dengan layak agar jurnalis dapat bekerja dengan independen dan profesional.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kembali merilis upah layak bagi para wartawan di Ibu Kota. Pada tahun ini upah layak bagi pekerja pemberi kabar tersebut dipatok sebesar Rp8.793.000. Angka itu naik sekitar Rp300 ribu dibanding standar upah sebelumnya yang juga dikeluarkan oleh AJI.

Ini untuk mengingatkan, masih banyak media yang mengabaikan upah layak bagi para pekerjanya. Yang lebih miris lagi, kata dia, dari 144 responden diambil sebagai sampel, beberapa wartawan mengaku mendapatkan di bawah upah minimum provinsi. Survei ini pun diambil sejak bulan November-Desember 2019.

Dalam rilis kali ini, AJI mencantumkan sejumlah komponen kebutuhan hidup layak yang dibutuhkan jurnalis. Selain kebutuhan kerja seperti laptop, ponsel berikut pulsa dan paket data, wartawan juga perlu dibekali pemenuhan akan tempat tinggal, pakaian, hiburan, jaminan sosial, dan kebutuhan lain- lainnya.

AJI juga menyoroti waktu jam kerja selama 8 jam, libur pengganti, kesehatan psikis, uang lembur, dan hak cuti. Semuanya disebut sudah ada dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Angka upah layak tersebut adalah take home pay atau gaji total setiap bulan yang diperoleh jurnalis.

Nilai dari besaran angka ini ditetapkan berdasarkan kebutuhan hidup layak di Jakarta.

Ada 40 komponen kebutuhan hidup layak jurnalis berdasarkan lima kategori ditambah alokasi tabungan 10 persen.

Kategori itu adalah makanan, tempat tinggal, sandang, kebutuhan penunjang, dan kebutuhan lain seperti paket data internet, transportasi, dan komunikasi.

Selain itu, ada kebutuhan untuk memperluas wawasan jurnalis seperti bahan bacaan dan langganan koran atau majalah (baik daring maupun luring).

Responden survei adalah wartawan muda dengan masa kerja di perusahaan antara 1-3 tahun. 

Kategori Dewan Pers

Wartawan muda adalah yang memiliki masa kerja sebagai jurnalis kurang dari 5 tahun.

Di luar upah layak, perusahaan media juga wajib memberikan jaminan keselamatan kerja, jaminan kesehatan dan jaminan sosial kepada setiap jurnalis dan keluarganya. Ini termasuk hak mendasar seperti jam kerja, hak lembur dan jatah libur seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Saat ini, Pasal 8 Peraturan Dewan Pers Nomor 4/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Perusahaan Pers hanya mewajibkan perusahaan pers membayar upah jurnalis dan karyawannya sekurang-kurangnya sesuai dengan UMP minimal 13 kali dalam setahun.

AJI Jakarta mendorong agar ada perubahan aturan standar perusahaan pers. Jurnalis setidaknya digaji minimal 14 kali dalam setahun. Belum ada rilis dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di HPN 2020 ini.

 


 

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »